See you when I see, Berlin

Setelah dulu gagal mampir ke Berlin, akhirnya 12-13 Desember 2015 lalu kesampaian juga kesana. Ada apa aja? ada banyak, banyak yang menarik, banyak yang menyenangkan, banyak perasaan, dan salah satunya berasa feels like home. ūüôā Karena apa? Karena ada tempat dimana berasa kaya dirumah, makanan dan tokonya, iya ada dan bikin tercengang-cengang. Iya sih saia lebai heheu..

Continue reading

random vs absurd

Dua hari menjelang 2014, melupakan resolusi yang pernah dibuat dan sama sekali tidak tertarik lagi dengan resolusi baru. Belakangan ini saia sebut hidup saia random, dimana definisi random itu sendiri adalah:

ran·dom

adjective

  1. proceeding, made, or occurring without definite aim, reason, or pattern: the random selection of numbers.
  2. Statistics. of or characterizing a process of selection in which each item of a set has an equal probability of being chosen.
  3. Building Trades.
    1. (of building materials) lacking uniformity of dimensions: random shingles.
    2. (of ashlar) laid without continuous courses.
    3. constructed or applied without regularity: random bond.
  4. Informal.
    1. unknown, unidentified, or out of place: A couple of random guys showed up at the party.
    2. odd and unpredictable in an amusing way: my totally random life.

Atau bahkan saia sebut juga absurd:

ab·surd

adjective : utterly or obviously senseless, illogical, or untrue; contrary to all reason or common sense; laughably foolish or false: an absurd explanation.
noun : the quality or condition of existing in a meaningless and irrational world.

Tidak terdefinisi, ganjil, acak, gada artinya, ga rasional, bisa jadi bahkan patut ditertawakan?!. Rasanya gajelas, gapaham nonton film sepanjang 2,5 jam, baca buku tapi pikiran kemana-mana, gampang terdistraksi, emosinya naik turun, tapi kadang pikiran terfokus kepada satu itu. Semacam butuh belajar lagi, butuh duduk di kelas mendengarkan orang yang lebih dulu tau mengajari orang lain yang belum tau. Semacam keluar dari rutinitas, semacam pengen naik gunung, chit-chat di tempat makan sepi, ngobrol gabosan-bosan sampe-sampe kalo ada yang nanya abis ngobrol apa aja, saia gabisa jawab.

Ada yang mengingatkan, apapun yang terjadi itu semua supaya saia belajar, jadi kalo ngejalanin apa-apa jangan disesali, jadiin pengalaman, kalo salah jangan diulangi. Jangan membiarkan yang salah. Teman yang baik itu memang yang bisa mengingatkan, terima kasih ya.

Stop Comparing

Why me no stop comparing?
Why me no stop forgeting?
Why me no stop hoping?
Then i realized that i hate [awalan]-harap-[akhiran].

Hal-hal yang bersinggungan dengan harapan terkadang menyebalkan, jadi penunggu, jadi pengkhayal, belum tentu nantinya sesuai harapan pun. Pesimis?! Hmm..bisa jadi.

Akan lebih menyenangkan klw menjalani semuanya dengan santai, let it flow, yang penting kan do your best, msh sesuai jalur. Lebih menyenangkan lagi, karena bisa tiba-tiba tersenyum karena hal-hal tak terduga. Iyah, suka deh sama hal-hal seperti itu, bener-bener bisa senyum tanpa henti, meski hanya sekedar menerima pesan 16 karakter. #senyum