Dibanding saia menjuduli postingan ini dengan Random edisi sekian atau edisi tak terhingga, saia memilih untuk tidak menjudulinya. Sudah semakin tidak kreatif saja saia ini. Entah kenapa semakin hari semakin dihantui dengan perasaan tidak nyaman, takut salah, semakin tidak percaya sekitar, merasa merana, merasa tidak tau harus bagaimana. Berasa rapuh. Payah. Prepare your backpack, we’ll getaway soon, chui!

Saia sedang tidak berminat dengan negara cantik ini, negara ini sedang tidak bisa dinikmati, sedang kekurangan cahaya dan membuat saia selalu kekurangan jam tidur. Berusaha tidak tidur pun sudah gelap, tapi susah bangun karena masih gelap. Nah beginilah kelakuan anak random akhir-akhir ini.

Ok, let’s discuss about something, about the article on the link here.

Continue reading

Kiruna

Now, it’s time for….Kiruna! ^^
Somewhere in the north Sweden, somewhere near arctic pole, somewhere someplace i’ve never heard before, somewhere that has great spot to see directly the northern light also known as Aurora Borealis, yes, AURORA BOREALIS Chuiiiii.. *break-dance-salsa-gajelas* :mrgreen:

Continue reading

Nothing Compares To You

Nyahahaha..berasa galau gini..berasa tua juga.. yaah apalah daya klw lagu yang didengar tetap lagu-lagu lama, pun yang ini penyanyinya sudah beda.

Sebenarnya lagi suka juga sama hard to say i’m sorry yang dinyanyiin ulang sama Passenger juga, yang dulu dinyanyiin Chicago, CHICAGO CHUI! Entah era kapan, jadul abis, orang dengan usia 42 tahun yang bisa langsung tau klw itu dulunya dinyanyiin chicago, CHICAGO *sengaja ga santai nyebutnya* :mrgreen:

Well, Indonesia emang gada bandingannya. Kangen ga abis-abis sama negara yang satu itu, apalagi makanannya, beragam banget, trust me! Yah, emang si transportasinya masih kacau. Disini gw gasampai 15 menit dari apartment ke kantor, klw di Indonesia kudu berangkat jam 5 subuh supaya bisa sampai di kantor jam 7 untuk kemudian tidur lagi sejam dan baru deh mulai kerja. Kalau disana dapet 3G aja udah lega, disini dimanjain sama 4G. Disana streaming kudu diiringi kesabaran, disini lancar jaya sejahtera. Disini pas summer jam 9 malam masih kaya jam 5 sore, pas menjelang winter jam 4 (sore) lewat juga udah kaya jam 7 malam disana. Disana jam terasa sangat normal 50-50 terang gelapnya, disini tau deh gimana pembagian porsinya, kadang klw lagi ngaco gw cuma ngeluh, “sakit ni negara!” Meskipun ke kantor cuma 15 menit, tetep aja ‘peralatan’ perangnya sama, jaket tebal, sarung tangan, syal, klw lagi iseng sepanjang jalan ke halte sengaja nyanyi-nyanyi biar bisa selalu liat asep keluar dari mulut sendiri. Ah kelakuan! #menghilang

Helsinki

Hej, long time no see

Agak-agak ga ingin hiatus, agak-agak ga ingin terlihat galau, tapi apa daya kemampuan menulis sudah menurun dan ga ada hasrat juga si. Tuh kan malah curcol gitu openingnya. :p

Okesip, jadi alih-alih memanfaatkan kesempatan yang jarang terjadi, akhirnya saia memberanikan diri untuk keluar wilayah akreditasi, dan ketebak banget kalau my first eu visit would be went to Helsinki, Finland. Went there by air karena supaya hemat waktu, padahal dari Stockholm ke Helsinki bisa jalur laut dan jauh lebih murah. Ah lupakan, yang penting saia keluar box dulu.

Sampai di Vantaa Airport yang hanya terdiri dari 2 terminal, bandara yang tergolong tidak terlalu besar dan tidak terlalu ramai. Keluar bandara disambut dengan udara yang lebih dingin dari Stockholm. Untungnya teman saia sudah bisa menyetir dan saia pun dijemput olehnya. Mulai menyusuri jalan menuju kota Helsinki. Autumn is coming, sepanjang jalan banyak melihat pohon yang berdaun keoren-orenan. Cantik. Siang itu Helsinki tampak cloudy-gloomy, tidak berbeda jauh dengan Stockholm. Karena teman saia belum terlalu hapal jalan dan saia yang baca GPS pun sulit, jadilah kami menyasar kemana-mana. Positifnya jadi sekalian sightseeing si. Melintas yang namanya Gedung Esplanadi dan kota Helsinki yang dijajari toko-toko barang bermerk. Kotanya termasuk tidak terlalu ramai-untuk ukuran kota, dan kelihatannya imigran di Helsinki tidak sebanyak imigran di Stockholm. Kalau di Stockholm, bisa melihat beragam ras, dari yang bermata sipit ataupun berkulit hitam, jadi kadang saia tidak merasa beda sendiri. Setelah putar-putar kota, tujuan kami adalah pulang, sesingkat itu?! iya, istirahat dulu untuk kemudian jalan-jalan naik bis saja. :mrgreen:

Makan Subway fastfood, ngobrol-ngobrol lalu kembali berangkat ke kota. menyusuri danau, foto-foto. lalu ng-mall. Bukan karena mall jadi agenda wajib lho ya, tapi karena udara di luar terlalu dingin, jadi sebisa mungkin memasuki gedung untuk kemudian menghangatkan badan walau cuma sebentar. Malam itu saia diajak makan bihun goreng di Singapore Hot Wok, rasanya Indonesia banget, enak, dan yang pasti porsinya banyak banget. Satu porsi dimakan berdua saja, saia masih sangat kekenyangan. Setelah itu kami jalan-jalan lagi sebentar sambil menuju halte bis.

Oia, saia dibelikan 2-day tickets, jadi selama 2 hari saia bebas naik apa saja di region Helsinki. Bisa cek di https://www.hsl.fi/en/tickets-and-fares . Jika di Sweden punya http://sl.se/ agar kemana-mana bisa tidak nyasar, maka di Finland ada https://www.hsl.fi/en . No wonder ya, sistem informasinya aja udah kece banget, cocok untuk orang yang males nanya-nanya jalan kaya saia.

Day Ticket and Finnair Airport Buss Ticket

Day Ticket and Finnair Airport Buss Ticket

Keesokkan harinya karena satu dan lain hal, kami baru memulai melihat-lihat Helsinki setelah sholat dzuhur. Sayang?! hmm..ga juga si, udah berangkat ke kantor jam 5 lalu pulang jam 8.30, masak, lalu tidur-tiduran. Lagipula saia si anak mager rumahan entah kenapa masih ingin rebahan. #eh. Siang itu kami kembali menyusuri kota, lagi-lagi liat-liat mall, lalu ke Gedung Parlemen. Foto-foto pastinya. Sumpah ya udara dinginnya amit-amit. Dingin banget, seperti berada di kulkas. Tapi masih tetap foto-foto si :mrgreen:. Setelah puas foto-foto akhirnya saia memutuskan untuk mencari syal sebagai pertolongan pertama dari kedinginan. Setelah dapat syal kami ke Cafe Fazer, katanya disini menjual beragam coklat asli Finland. Makan croissant dan coklat panas hangat. Entah mereka sengaja menyajikannya tidak panas-panas seperti yang saia harapkan, atau memang udara di dalam cafe itu cepat meng-hangat-kan?! Meski begitu tetap saja saia habiskan, coklat-mint, enak, banget. :9

elantarhanlahti

elantarhanlahti

Parliament Building

Parliament Building

Cafe Fazer

Cafe Fazer

Dari sini kami berniat jalan-jalan lagi, tapi baru 2-3 menit di luar, mulut saia sudah berasap saking kedinginannya. Huft. Rasa-rasanya saia ingin menutup seluruh bagian tubuh saia dengan syal agar lebih hangat. Hasrat foto-foto saia sudah mulai meluruh karena kedinginan. Payah ya? Apa karena faktor u?! #eh. Hari kedua terasa sangat singkat, tau-tau saia sudah harus kembali ke Stockholm. Saia jelas prefer berangkat lebih cepat daripada ketinggalan pesawat. Saia menuju bandara dengan Finnair Airport Buss yang sekali jalan merogoh kocek 6.30euro. Hanya sekitar 35menit, saia sudah kembali berada di Terminal 1 Vantaa Airport. Tepatnya pukul 19.45 padahal pesawat saia jam 22.00 :D

Kedinginan!

Kedinginan!

Parliament Building, Helsinki

Patiently waiting, seperti yang biasa saia lakukan hohoho..

Jadi bagaimana Stockholm dibanding dengan Helsinki? Dari sudut pandang saia yang cuma 2 hari di Helsinki dan baru 4 bulan 13 hari di Stockholm, *tetap berhitung menuju kepulangan #eh*, Helsinki tidak jauh berbeda dengan Stockholm. Hanya lebih sepi dan dingin. Gedung tuanya sama banyaknya, tapi saia akui Stockholm lebih cantik. Transportasinya semudah di Stockholm, ada bis, kereta bawah tanah, kereta biasa ataupun trem. Informasi naik bis apa dan berapa lama harus menunggu bis selanjutnya, terpampang jelas di setiap halte ataupun stasiun, internetnya sama cepatnya dengan di Stockholm, hmm..apa lagi ya? Itu aja si kayanya yang bisa saia bandingkan :mrgreen:

Perjalanan hanya 1 jam ke Stockholm lalu dari Arlanda C ke Stockholm C dengan pendeltåg lalu lanjut tunnelbana menuju Fridhemsplan. Then there i were, at 11.00pm sudah selonjoran lagi di Fridhemsgatan 35, 1102 :)

random feeling

Q: Have you ever found yourself crying with no reason or with reason you couldn’t even explain?

A: Yes, i have

Q: How does it feel?

A: Just hurt, nothing else

Q: Have you tried to share your sadness to the one you trust?

A: I can’t, because i know they will blame me for the things i’ve done, for the things i’ve felt

Q: So, actually you do understand that you have done something wrong

A: Yes, i do

Q: So, why you still keep doing that?

A: Because i have no reason to stop, probably

Q: Then maybe it’s better for me not to keep asking

Derit

Cape aja si. Lagi berasa kejar-kejaran sm waktu. Setelah event tanggal 20 mungkin akan melega sedikit, tapi lalu ada yang akan datang utk periksa ini itu dan ada yang datang lagi periksa ini itu khusus. Memang si, disini niatnya kerja tapi kemudian, sampai saat ini pun masih lebih suka bekerja di Pusat. Banyak orang, banyak yang bisa diajak kerjasama, well okay, some people said dengan begini ketangguhan lw diuji. Yeah!