Warszawa

img_5114

30-31 January 2016

Satu alasan utama mengunjungi kota ini hanya satu, ada dwi! Merasa bisa numpang bermalam dan ditemani jalan-jalan. Dan benar saja, bahkan tidak hanya disambut oleh teman tetapi juga terik matahari yang terus terang bikin lebih bersemangat untuk keliling-keliling jalan kaki pun. Senang, Sabtu itu bikin hasil foto jadi jauh lebih bagus karena mataharinya sangat bersahabat.

Continue reading

See you when I see, Berlin

Setelah dulu gagal mampir ke Berlin, akhirnya 12-13 Desember 2015 lalu kesampaian juga kesana. Ada apa aja? ada banyak, banyak yang menarik, banyak yang menyenangkan, banyak perasaan, dan salah satunya berasa feels like home.:) Karena apa? Karena ada tempat dimana berasa kaya dirumah, makanan dan tokonya, iya ada dan bikin tercengang-cengang. Iya sih saia lebai heheu..

Continue reading

what a concert!

Dih ternyata sudah lama hiatus, padahal waktu itu dah ngdraft tentang cuti, cuti singkat tepatnya tapii sensasinya luar biasa hohoho.. nanti dipakein #latepost aja deh si cuti-singkatnya..:mrgreen:

Nah mumpung masih berasa euforianya, jadi harus diabadikan sedikit kenangannya.😆

Continue reading

St. Petersburg

Санкт-Петербург, я нахожусь в любви

Sankt-Peterburg, ya nakhozhus’ v lyubvi

St. Petersburg, i’m in love

Alhamdulillah dikasih kesempatan buat ke St. Petersburg.:) Dulu ketika seorang teman memberitahu bahwa harus kesana, saia pun mulai googling, dan lalu tertarik, bertekad untuk harus kesana. Kota yang daratannya berbatasan langsung dengan Finland dan cukup 3 jam perjalanan dengan kereta Allegro untuk menuju St. Petersburg. Persiapan kesana tergolong singkat, hanya sekitar 1minggu. Untungnya semua berjalan lancar, izin atasan, cari tiket, booking hotel, dan cek tempat wisata yang harus didatangi. Rencana kami hanya backpackeran jadi sebisa mungkin untuk tidak boros. Ah, aku excited!

 


Day 1:

Dengan mengandalkan GPS, jarak dari stasiun ke Liteynyy Hotel hanya lebih kurang 30 menit jalan kaki. Sampai sana hanya disuguhi pintu tua tanpa neonbox atau apapun itu yang menandakan bahwa itulah si Hotel. Hmm.. Perasaan mulai gaenak. Karena tidak sempat sarapan, jadi saatnya ng-brunch, tinggal buka apps tripadvisor lalu cari restoran near me now deh. Nah, ada satu photo tampilan ikan bakar dengan lalap disekitarnya, kayanya enak. Eh yakin itu lalap? Ngga si, khayalan gw aja! Wkkwkw..😄 Nama restorannya Bardolino, makanan Italy.


Disambut pelayan resto yang kurus, sedikit tampan, dan bahasa inggrisnya galancar. Hmm.. Mereka gamau berbahasa Inggris atau memang gabisa? Just wondering. Tapi si Mr. We-dont-know-the-name itu baik banget, he served us really well, trus pas nanya lokasi money changer, dia berusaha jelasin, nulisin huruf kotak2 dan huruf latinnya di selembar kertas, dan bahkan pas mw pulang dia berusaha nunjukin langsung keluar, aduh seketika berubah jadi sangat tampan karena kebaikannya.😄❤


Sesampainya di Bank yang sekaligus money changer, mulai terlihat tipikal warga sini, dingin, jutek, judes, dengan tatapan membunuh. Well, kita emang udah jelas terlihat berbeda, pendek, ranselan, kerudungan. Aga berasa bocah dibanding warga setempat.
Sambil menunggu waktu check-in, kami jalan-jalan dulu disekitaran dekat hotel, lagi-lagi mengandalkan app trip advisor, lumayan jadinya yang didatangi memang spot yang recommended. Nah, banyaknya spot gereja gitu, pantas aja ada Church Tour. Sayang banget karena cuma punya waktu 2 hari, jadinya kaya cuma yang-penting-udah-foto2-spot-ini.


Tiba saatnya masuk hotel. Jreng..jreng..pintunya ga dikunci, pas masuk pemandangannya asli kaya rumah setan, spooky banget, lift reot yang cuma muat 2 orang, gedung tua, jendela yang sedikit kebuka, kusam, dan di lantai 4 pula.


Ah jadi semacam dari lantai 4 ke lantai 4, pejambon-kungsbroplan-liteyny ave. Mulai lost focus. Sesampainya dilantai 4 baru deh muncul harapan baru😀 karena pintunya udah pintu besi dengan security yang lumayan dan pas masuk, wew, gasangka bisa bagus! Pas masuk kamar juga bagus, bersih, rapi, minimalis, pas banget sama selera kami. Ah suka!

Bisa baca reviewnya disini: http://www.booking.com/hotel/ru/liteynyy-hotel.en-us.html?aid=304142&label=review_am&rid=851523058&tab=4&type=total&activeTab=htReviews

Setelah istirahat sejenak, mari jalan2!

Cuacanya kece banget, terik dan panas, jadi inget Jakarta. Trus banyak yang ngebut gitu. Untuk suvenir tergolong murah, dari kisaran 80-400ruble untuk magnet, gantungan kunci atau pajangan yang ukurannya ga terlalu besar. Kalau mau kualitas yang lebih baik harganya bisa diatas 800ruble. Sekedar informasi, saat itu 1 usd = 50,6 ruble.

  
Hari ini juga kami naik perahu, dengan harapan bisa melihat lebih banyak objek, tapiii karena terik dan perahu yang terombang ambing, jadinya..kami..ketiduran! Yang lucunya, start naik perahu deket Church of the Savior on Blood dan kami kebangun setelah dekat Church of the Savior On Blood jugak! Trus langsung foto2 gitu. Hahaha.. Tidur siang seharga 500ruble akhirnya dapet fotonya pun Church of the Savior on Blood jugak! Haduuuh..memory!😄

   
      Sisanya sightseeing aja, banyak banget yang bisa dilihat, cukup puas, besok lanjut lagi karena sudah mulai lapar dan udah jam 9 malam juga.

 Random selfie sama orang yang dianggap baik😄

  

 

Day 2:

Ah cepet banget udah harus siap-siap pulang juga, sarapan, mandi, cek sana sini, lalu keluar hotel lengkap dengan ransel yang mulai aga berat. Hari ini harus ke Winter Palace yang untungnya deketan dengan Hermitage Museum, dan tau ga, hari ini duingin euy. Harus pake jaket dan syal, dan ternyata jalannya lumayan jauh. etapiii pas sampe sana senang juga, bagus, seandainya aja ada waktu lebih, pengen banget masuk ke Hermitage, aaahh akooh pengen kesini lagi T_T

   

Gakan pernah ada kata cukup untuk liburan, apalagi cuma 2 hari di kota yang cantik. Sangat kurang. Kalau ada kesempatan lagi, kayanya gapapa klw harus kesini lagi:mrgreen:

   
     

Riga

Saia termasuk dari kebanyakan orang yang tidak pernah mendengar tentang Riga, ibukota Latvia, yang dulunya merupakan negara jajahan Russia. Ada apa di Riga? Seperti kebanyakan negara Eropa lainnya, kota Riga dihiasi gedung-gedung tua yang cantik, patung, dan monumen. Beberapa penjual yang ditemui kebetulan bahasa inggrisnya tidak fasih, tapi so far masih bisa berkomunikasi dengan baik. Transportasinya ada bus dan trem, sayangnya saia tidak sempat mencoba public transportation disana, karena kebetulan tempat saia menginap tidak jauh dari Old Riga, Kota Tua, dan lagi pada dasarnya saia kesana untuk kerja, bukan jalan-jalan.

  
Saia ga akan cerita banyak, hanya sekitar Old Riga dan Lido. Old Riga seperti gambar di atas. Semacam pusat wisata disini, banyak tempat makan, hotel, hostel dan tentunya toko souvenir. Lalu saia memanfaatkan waktu 1 jam seharga 18€ untuk keliling Riga menggunakan perahu, Riga by Canal, lumayan sambil dengerin sejarah dari satu tempat ke tempat lain. Kalau mau lebih lengkap lagi seharusnya naik bis Hop On Hop Off juga, tapi saat itu sudah mulai gelap. Oia, kebetulan lagi ada European Space Expo, tipenya travelling exhibition gitu dan gratis, hanya seruangan setengah lingkaran, mirip-mirip planetarium gitu.

 
Nah, gambar di atas penampakan City Hallnya, masih disekitaran Old Riga.

Lalu cerita tentang Lido, tempat makan yang didalamnya jual macam-macam, ada ikan, ayam, daging, soup, salad, buah, pancake, puding dll. Tipenya tinggal tunjuk apa yang dimaui lalu jika sudah mengambil apa yang dimaui, tinggal bayar, lalu makan. Kenapa terkenal? Karena selain termasuk murah meriah, makanannya juga banyak jenisnya, rasanya juga pas, dan kata seorang Valdis Tilgalis, Konsul Kehormatan untuk Indonesia di Riga, Lido termasuk restoran yang menjual makanan khas Riga.

Ada apa lagi di Riga? Ada National Library yang kece.

   Penampakan Gedung National Library

Penampakan di dalam National Library.

Jujur saja, penampakan jejeran buku itu yang paling bikin melongo. Bagi saia itu keren banget, seriusan keren banget, beneran deh keren banget! Meskipun saia gatau disana ada buku apa saja, tapi serius, pemandangan kaya gini ni yang bikin takjub. Penampakan dalam gedungnya sudah modern, ada ruang serba guna juga, ada lift, ada eskalator, dan entah hanya saat itu saja atau seterusnya, disana juga ada prayer room. Saat itu? Yup, Itu merefer ke kegiatan Asian Europe Meeting, secara berturut-turut membahas tentang kerjasama di bidang Edukasi dan Transportasi. Jangan tanya perihal substansi ya heheu..:mrgreen: Yang mungkin tertarik bisa langsung cek saja di http://www.aseminfoboard.org 

Riga terkenal dengan Linen dan Amber, lalu cerita tentang Black Cat. Souvenirnya juga lucu-lucu dan bervariasi, malah kayanya lebih bervariasi daripada di Stockholm. Lalu apa yang tertinggal di Riga? Masih penasaran tentang Riga? Tentu saja, mungkin memang harus kembali satu hari nanti. *ngeloyorpergi*  

Dibanding saia menjuduli postingan ini dengan Random edisi sekian atau edisi tak terhingga, saia memilih untuk tidak menjudulinya. Sudah semakin tidak kreatif saja saia ini. Entah kenapa semakin hari semakin dihantui dengan perasaan tidak nyaman, takut salah, semakin tidak percaya sekitar, merasa merana, merasa tidak tau harus bagaimana. Berasa rapuh. Payah. Prepare your backpack, we’ll getaway soon, chui!

Saia sedang tidak berminat dengan negara cantik ini, negara ini sedang tidak bisa dinikmati, sedang kekurangan cahaya dan membuat saia selalu kekurangan jam tidur. Berusaha tidak tidur pun sudah gelap, tapi susah bangun karena masih gelap. Nah beginilah kelakuan anak random akhir-akhir ini.

Ok, let’s discuss about something, about the article on the link here.

Continue reading