1 fine day in London

img_6234

London adalah salah satu kota yang ingin sekali saia kunjungi, salah satunya karena King’s Cross dengan Platform 9 3/4nya dan perkara Harry Potter lainnya. Sempat berpikir untuk mengambil cuti demi bisa pergi dengan tenang tapi setelah cek tiket Warner Bros errr sudah sold out sampai pertengahan Juli. Baiklah sepertinya tidak akan ke London dalam waktu dekat.

Nah, sebenarnya saia berencana ke Legoland di Billund pas long weekend midsummer, tapi karena satu dan lain hal akhirnya batal. Berhubung izin pergi sudah didapat, ya sudah saia tetap hunting tiket entah kemana yang penting pergi dari Stockholm. Triing, iseng lihat web British Airways, lalu tanpa pikir panjang langsung booking. Heu..

Tapiii, “ujian” untuk ke London itu semacam datang bertubi-tubi bahkan hingga saat harus kembali ke Stockholm. Tiket yang sudah saia booking adalah keberangkatan jam 9.15 kamis malam, jam 6 sore sudah rapi dan bersiap ke Arlanda tapi ada sms dari British Airways kalau penerbangan tersebut ditunda, mau tidak mau harus di-rebook, dan berhasil me-rebook untuk keberangkatan Jumat jam 12.15 siang. Jumat jam 10 sudah bersiap dan berangkat ke Arlanda, meluncur lancar hingga sampai di boarding room hingga tiba saat pengumuman bahwa flight siang itu delay karena alasan teknis, atau alasan brexit?! #eh pengumuman bahwa flight di delay kembali diumumkan pada jam 11.55 dan kami semua masih menunggu. Tiba jam 12.15 nampak beberapa orang mulai gelisah hingga jam 12.30 diumumkan kalau flight tsb DITUNDA. Maaak 2x ditunda sama British Airways yang katanya sekelas Garuda Indonesia?! Kami semua tidak bisa berbuat apa-apa, kami me-rebook di bagian ticketing Terminal 2, Arlanda. Antrian tentu saja panjang, sempat cemas dan kuatir tidak kebagian flight hari ini. Tiba giliran saia dengan sedikit protes akhirnya menerima kalau flight saia bisa di rebook menjadi penerbangan malam hari. Hilang sudah 1hari di London. Pihak BA hanya memberikan voucher makan 2 seharga masing-masing 150SEK. GA BUTUH! Setelah check in saia kembali ke rumah, ada baiknya saia menenangkan diri dan tidur sebentar. Sekitar jam 7 malam saia berangkat lagi menuju Arlanda, hand baggage check dll hingga duduk manis di pesawat jam 9.15 malam. Namun, drama belum berakhir, kembali ada gangguan teknis hingga akhirnya kami baru bisa berangkat jam 10.30! Oh My God! Sesampainya di Heatrow pun, tidak ada gate yang available sehingga kami harus menunggu random di pesawat. Entah sudah berapa kali apology yang diucap awak pesawat. Yah singkat kata saia mengantri di imigrasi UK Borders sekitar jam 1/1.15 an karena antrian mengular. Ya Allah apalagi ini. T__T 


Selesai imigrasi jam 2.30. Dan masih ada sekitar perjalanan 2 jam dengan bis ketempat teman saia. Bis tidak menerima cash, harus beli tiket di mesin tiket, tapi masa expired datenya masih tanggal 24, padahal sudah tanggal 25. Disarankan penjaga toko untuk menunggu di Heatrow sampai jam 5 pagi dan keluar dengan Underground/Tube. Well banyak juga yang tidur di Heatrow saat itu jadi ya sudahlah saia tidur saja, sambil duduk, pegal-pegal. Kebangun jam 4.40 dan bersiap ke Underground. Beli Oyster Card ke kota dengan Picadilly Line. Masih ada ujian lain, tau-tau paket data tidak bisa digunakan, batere sekarat, teman belum berhasil saia hubungi, lalu random ke Big Ben. Kata teman lain, capenya bisa hilang setelah melihat London, jadi saia coba buktikan.

DSC01067

Duh Big Ben berasa “sombong” berdiri megah ditengah kota, perlahan cape pun menghilang😀 Setelah foto-foto lalu saia kembali berusaha menghubungi teman. Sebagaimana salah satu khas benua ini, transportasi sangatlah mudah untuk dipahami jadi cenderung hanya perlu diajari sedikit lalu langsung tau harus kemana dan bagaimana. Akhirnya sampai juga ditempat teman saia, istirahat sebentar lalu ambisius pengen kemana-mana😄 mohon maklum yaaah, waktu saia cuma beberapa jam aja euy.

Sesuai target, yang terpenting adalah liat Buckhingham, Notting Hill, Greenwich dan King’s Cross, sudah cukup itu saja dulu. Semoga lain waktu bisa kembali lagi, aamiin.


Nah tiba hari Minggu pagi, bangun dan bergegas ke Heatrow menggunakan bis lalu tube. Sudah bisa sendiri, sudah merasa jago #eh. Langsung check in, cek ini itu lalu mencari gate yang belum tertera di papan pengumuman, hingga tiba-tiba beberapa menit kemudian daaaang flight to Stockholm delay 1 jam! Duh mulai gusar, ngeri aja kalau sampai ditunda. Karena gusar, akhirnya saia datangi customer servicenya BA utk memastikan apa ada kemungkinan ditunda? Lalu mereka dg enteng menjawab “yg ini ngga qo, yg td pagi iya” ampun deh seneng bgt yaa nunda2in gitu. 

Dan akhirnya muncul juga informasi gate berapa yg menuju Stoki. Huft akhirnya bisa terbang dg selamat kembali ke Stoki. London, urusan kita belum selesai! Lain waktu saia kembali! #gariskeras #menghilang

From Düsseldorf to Köln

Pagi itu diawali sendiri dengan hal random, meskipun hanya beberapa jam, karena teman jalan baru sampai Düsseldorf siang hari. Sebenarnya kalau ingin bicara hal random, kala itu berawal banget dari memilih Köln untuk long weekend getaway, beneran tanpa pikir panjang lalu hunting tiket dan ternyata lebih murah jika via DUS. Beli. Pengaruhi teman. Dan alhamdulillah diizinkan “pergi”.

Balik lagi ya, jadi kalau saja teman datang jam 11 mungkin saia tunggu saja di DUS tapi katanya delay, cuma delay sebentar sebenarnya tapi akhirnya “ninggalin” dan ke Altstadt duluan. Btw Altstadt itu sebutan untuk kota tua di Jerman. Dari DUS tinggal naik S11, sbahn dari DUS Flughafen ke DUS Haupbahnhof (hbf) dari hbf lanjut naik UBahn, cari aja yang melalui Heinrich Heine Allee, banyak pilihan, dari Dus Hbf hanya 3 stop sudah sampai di Altstadt, daaan welcome to Düsseldorf. Pagi itu masih belum terlalu ramai, masih banyak yang jalan santai, jogging dan bersepeda, ada juga yang sekedar duduk-duduk menikmati matahari, 1-2 orang bahkan mulai berjemur. Yup, spring berasa summer, terik, suka. Jalan-jalan santai menikmati pemandangan sepanjang Sungai Rhein. Cantik.🙂


Lalu lapar dan mengincar KFC, sudah ngebayangin ayam goreng kriuk-kriuk jadi langsung pesan menu 6 hot wings. Tapiii agak kecewa, minyaknya banyak, jadi harus dikering-keringin pakai tisu dulu.😦 Galama kemudian, saatnya teman datang, lalu keliling Altstadt lagi tapi saat itu sudah mulai ramai, sudah banyak toko yang buka dan banyak yang minum-minum beer di luar, semacam malam minggu saja padahal masih siang pun. Yang berjemur juga sudah banyak, dan ada beberapa area yang terasa sesak, mau jalan saja harus pelan-pelan. Tapi tetap suka dengan teriknya hari itu.😉

Lalu kami berdua menuju Hbf lagi untuk berangkat ke Köln. Ketika di mesin tiket, ada anak muda yang menawarkan grup tiket karena katanya temannya batal ikutan. Dengan bayar 10€ (lebih murah sekitar 2€) kami berangkat ke Köln dengan 3 orang yang sampai pisahan ga kenalan juga. 😂

Sampai Köln Hbf untuk bisa ke hotel perlu beli tiket lagi di mesin KVB karena area Köln adalah regionalnya KVB. Hotel kami dekat stasiun Appelhofplatz, hanya 1 stasiun dari DOM Hbf, sebenarnya bisa jalan juga tapi karena tidak tau makanya kami memilih naik ubahn.


Letak hotelnya lumayan strategis jadi sebenarnya kalau mau irit, bisa menuju DOM dan Alstadt tanpa perlu naik uBahn. Suka sekali dengan teriknya Köln hari itu, jadi bisa jalan-jalan tanpa jaket. Setelah istirahat sebentar kami langsung menuju ke DOM, gereja orthodoks yang megah dan masuk UNESCO Heritage juga. Kami masuk ke dalam DOM yang sepertinya sedang ada misa, tapi cukup bagi kami untuk melihat-lihat sebentar. Selanjutnya kami berjalan menyebrangi sungai Rhein dan melewati jembatan dengan entah berapa banyak gembok cinta, errr apa deh ya istilahnya..😅 pokoknya sepanjang jembatan itu banyak banget gembok yang konon katanya buat pasangan yang memasang gemboknya disana maka cinta mereka akan kekal abadi. Mitos aja si.


DOM terlihat cantik banget jika dilihat dari sebrang Sungai Rhein, saat itu juga banyak yang duduk-duduk menikmati terik matahari. Pengaruh matahari juga kali ya, jadinya berasa betah dan gamau kemana-mana. Karena mulai lapar akhirnya kami bergerak menuju Haus Java, restoran Indonesia😀 Jauh-jauh ke Köln yang KBRI atau KJRI.nya aja gada tapi masih ada restoran Indonesia, jadi pengen pindah deh. X_x Makanannya enakk, masih enakan Nusantara si sebenernya, berasa lebih variatif tapi Haus Java ini tempatnya chic banget, langsung berasa masuk restoran Jawa beneran, seakan2 kalo jalan dikit nemunya Borobudur bukan DOM.


Keesokan harinya giliran mengunjungi Bonn, kota kelahirannya Beethoven. Dari Köln hbf tinggal naik 1x RE ke Bonn lalu nanti disambung ubahn menuju kota tuanya Bonn. Dari kota tua tinggal jalan sedikit terus sampe deh di Museum Beethoven . Museumnya ga terlalu besar, ada 4 tingkat, jadi ceritanya itu rumahnya Beethoven dulu dari mulai dia lahir dan beberapa koleksi Beethoven, terus ada ruangan apa ya lupa, pokoknya ada komputer2 yang disitu bisa baca-baca online sambil dengerin koleksinya Beethoven. Malah lebih lama disini karena keasikan dengerin Beethoven, nenangin ya ternyata musik klasik itu. 


Btw di Bonn masih sama teriknya, masih sama cantiknya. Siang itu makan curry wurst, minum jus, jajan lime squash, jajan magnet, foto-foto bentar, liat-liat sekitar terus berasa banyak toko bajunya qo ya.:mrgreen:

Sebelum terlalu sore, kami memutuskan buat ke Aachen, yang konon katanya gakalah cantiknya. Dari hbf bisa langsung cari RE menuju Aachen, harus transit di Duren, eh RE atau kereta jarak jauh biasa ya, lupaa. (akibat terlalu lama di draft ni). Nahh sayangnya pas sampe Duren, kita ketinggalan kereta ke Aachen, kalaunpun mau nunggu, kereta baliknya gada. Yaaah, yo weis deh daripada ambisius tapi jad galiat apa-apa, akhirnya kami langsung balik menuju Köln hbf. Berasa masih terang dan udah punya tiket terusan seharian, akhirnya setelah istirahat sebentar di hotel, kita keluar lagi menuju Schildergasse yang merupakan shopping street terbesar disini, dan ternyata gaterlalu jauh dari hotel. Merasa ga salah pilih banget.


Disana niatnya cuma mau cari es krim, tapi ujung-ujungnya mampir Primarx yang isinya barang-barang murah, macem-macem banget dari mulai baju main, baju kerja, asesoris, scarf, topi, sendal, sepatu, banyak banget, aga melongo juga si, karena meskipun murah tapi lucu-lucuuu. Demi prinsip klw-diskon-sayang-klw-gadibeli akhirnya beli t-shirt, masker, sama sendal. Sendalnya ini emang lagi perku banget si, karena si Converse ganyaman dipake jalan kaki lama-lama x_x Pulangnya tetep makan di Haus Java hohoho… minumannya itu lho, enak-enak.

Ini postingan paling panjang yang pernah gw buat agaknya. Masih sisa 2 hari ni wkwkwk..

Oke lanjut dihari berikutnya, kita tetep ga ke Aachen karena Kölnnya belum dikhatamin. Belum ke musem coklat sm ke Museum Eu de Cologne. Nah jadi asal kata Köln itu ya Cologne, eu de cologne, wangi-wangian yang pasti pernah kalian pakai dan katanya juga berasal dari aliran sungai Rhein, yang ini belum research si, waktu otu baca sekilas doank..😄 Pagi-pagi kita langsung ke kota tua, menuju Museum of Fragrance, Farina, etapiii ternyata dah fully booked, gabisa masuk, cuma bisa belanja ;( belanja cologne yang wanginya gaberubah dari tahun 1800an, kece yaa..wanginya si biasa aja, tapi karena keunikannya itu jadi ngerasa harus punya 1, buat kenang-kenangan..😀



Tanpa mau menghabiskan waktu terlalu lama, kita langsung bergerak ke Museum Coklat, Schocoladen Museum, pas masuk langsung wangi coklat. tralalala gasabar pengen buru-buru masuk. Didalemnya ada sejarah coklat, tanaman coklat, negara penghasil coklat, pabrik coklat, ada yang bagi-bagi wafer yang dicelupin ke coklat, ada robot pembuat coklat, aaaakk suka..terus juga ada area anak-anak yang tersedia games interaktif, terus bisa bikin coklat dengan ‘menu’ sendiri, mau pake kacang, almond, taburan kopi dan lain sebagainya dengan hanya 3,5euro untuk satu bar coklat. Sambil menunggu ‘pesanan’ coklat itu yang bisa sampai 20 menit, kita bisa lanjut keliling museum, masih banyak yang bisa dilihat. Jadi saran saia, sebaiknya pesan coklat dulu baru jalan-jalan jadi ga terlalu lama nunggu.




Setelah puas jalan-jalan di Schocoladen Museum, kita lanjut ke Schildergasse lagi, dan seriusan siang itu ramai banget, serasa semua orang keluar dan kumpul di tempat itu. Tapi kalo kita si mw cari makan, tadinya mau cari jajanan pinggiran, tapi qo ragu ya, dan karena berasa hopeless baru deh buka tripadvisor dan nemu Das Kleine Steakhaus, not bad, saladnya enak, cocok buat yang lagi laper.😀

Eh ini seriusan lupa abis makan kemana lagi wkwkwk.. Emang ya harusnya segera ditulis supaya kenangannya komplit😄 Mungkin lain waktu di-update. Yang jelas masih dalam rangka jalan-jalan di Schildergasse, dan kita mampir ke toko stationary gitu, lucu barangnya, sukaa, namanya Ortloff, ini kemaren udah kita datengin tapi pas 10 menit sebelum tutup jadi gasempet liat-liat semua. Nah hari ini sempet liat-liat dan beli barang-barang gajelas, beli barang karena ada tulisa 100% made in Germany😄 Duuh penting si emang.


Yah besok dah hari terakhir, harinya pulang, hari yang gabisa dihitung buat jalan-jalan lagi😦 Penyakit banget ya klw abis jalan-jalan, beraaat banget mau pulang. HAri terakhir yang diakhiri dengan ngopi di deket DOM, duduk bengong nunggu jam pulang, naik kereta juga cuma 30 menit, lanjut naik skytrain, trus cari terminal 2B cari gate, dadah-dadah sama Uwi, trus udah deh sedih lagi karena liburan berakhir.😦

Welcome to reality then. Tack och hej då!

Warszawa

img_5114

30-31 January 2016

Satu alasan utama mengunjungi kota ini hanya satu, ada dwi! Merasa bisa numpang bermalam dan ditemani jalan-jalan. Dan benar saja, bahkan tidak hanya disambut oleh teman tetapi juga terik matahari yang terus terang bikin lebih bersemangat untuk keliling-keliling jalan kaki pun. Senang, Sabtu itu bikin hasil foto jadi jauh lebih bagus karena mataharinya sangat bersahabat.

Continue reading

See you when I see, Berlin

Setelah dulu gagal mampir ke Berlin, akhirnya 12-13 Desember 2015 lalu kesampaian juga kesana. Ada apa aja? ada banyak, banyak yang menarik, banyak yang menyenangkan, banyak perasaan, dan salah satunya berasa feels like home.🙂 Karena apa? Karena ada tempat dimana berasa kaya dirumah, makanan dan tokonya, iya ada dan bikin tercengang-cengang. Iya sih saia lebai heheu..

Continue reading

what a concert!

Dih ternyata sudah lama hiatus, padahal waktu itu dah ngdraft tentang cuti, cuti singkat tepatnya tapii sensasinya luar biasa hohoho.. nanti dipakein #latepost aja deh si cuti-singkatnya..:mrgreen:

Nah mumpung masih berasa euforianya, jadi harus diabadikan sedikit kenangannya.😆

Continue reading