ich spreche etwas Deutsch

Hallo, wie geht’s? Hallo, apa kabar?

Ini post pertama di tahun 2020, tahun yang sungguh sangat amat teramat RANDOM. Sedih, galau, kalut, marah hingga pasrah, semua jadi satu. Ini sudah bulan Mei, atau baru bulan Mei? Ingin rasanya skip ke 2021 jika memang 2021 semua lebih baik. Well i believe there must be a silver line. Semua akan menjadi lebih baik, jika sampai tidak, itu sungguh kelewatan, setelah yang semua penduduk dunia alami terutama dengan adanya Covid-19 ini.

Oh sungguh paragraf pembuka yang salah dan emosional. Padahal saia hanya ingin cerita sedikit tentang pengalaman saia belajar bahasa Jerman. 😀 Level A1.1, 4 bulan sudah terlewati untuk belajar bahasa Jerman, i could say that ich spreche etwas Deutsch! Saya bisa berbicara sedikit bahasa Jerman!

Continue reading

SkogskyrkogÄrden

skogskyrkogÄrden

Pagi ini tiba-tiba rindu menulis, tapi tanpa ide. Dari sekian banyak yang tertunda dari mulai konser Sam Smith, Penang, Petra, atau Bali, saia tetap memilih Stockholm, just a little part of Stockholm named SkogskyrkogÄrden. Could anyone guess what it is?. SkogskyrkogÄrden (dibaca: skogsyirkogorden, #cmiiw) is a UNESCO World Heritage Site, dan itu adalah cemetery. Cemetery di Stockholm bagi saia tidak terlalu menakutkan karena semua rapi dan seperti taman saja, dan ini luas banget bahkan 3 (tiga) tahun tidak membuat saia berhasil mengunjungi setiap sudutnya.

Continue reading

niatnya berhenti hiatus

Entah sudah berapa lama saia tidak kembali ke “rumah” sendiri. Padahal ada beberapa yang bisa saia tulis, paling tidak beberapa perjalanan random nonton Sam Smith, Bali (akhirnyaaa) termasuk Nusa Penida, atau Yogyakarta. Bahkan untuk mengurut dari kejadian paling terdahulu saja saia tidak mampu, duh sedih lho. Padahal meskipun sedikit tapi nampaknya layak dibagi.

Sepulang dari Stockholm untuk kedua kalinya, memang saia sempat hilang semangat, semacam tidak tahu harus apa, tapi lalu saia bisa qo ke Palembang meskipun sekadar kondangan, ke Yogyakarta untuk reuni kecil anti-social social club, manfaatin Garuda Fair untuk pergi ke Penang, kangen nonton konser lalu nonton Sam Smith dan ada yang random datang hingga akhirnya ke TMII lalu Bali dan sebentar lagi mau ngrandom lagi. Target saia cuma 1x dalam setahun qo ngrandomnya, namun entah kenapa semua di 2018 semua perjalanannya terasa random. 😆

Ya gapapa lah ya, yang penting jadi ada niat untuk kembali dan berhenti hiatus. 😀

Doakan saia ya supaya bisa konsisten, dan semoga ga alay-alay lagi. :mrgreen:

Lost in Agadir

Ada haru yang teramat sangat ketika bertemu orang-orang yang ketulusannya tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Mereka yang baik tak terkira dan selalu tertawa untuk setiap moment hidupnya.

Lalu aku tertunduk malu dan tidak lagi berani mempertahankan semuanya.

ini bukan perihal reverse culture shock tapi perihal hati.

Nacka

Somewhere at Nacka


Teringat 2 bulan lalu yang akhirnya bisa berkata dengan leluasa kalau 3 tahun itu sangat tidak terasa, sangat-sangat tidak terasa. Teringat awal-awal di Stockholm yang merasa homesick, bahkan saia butuh satu tahun untuk kemudian sadar bahwa negara itu sama sekali tidak untuk disia-siakan. Bayangkan di awal tahun saia tidak berhenti mengeluh dan membandingkan Indonesia dengan Swedia, tidak berhenti misuh-misuh akan sepi dan dinginnya negara itu, akan terang dan atau gelap yang terlalu lama, entah apa yang terjadi di tahun pertama yang membuat saia betapa sulitnya menikmati negara itu, yang sekarang diagung-agungkan dan diidam-idamkan seakan ingin kembali lagi. Eh.

Continue reading

vi ses Stockholm

City Hall

Stadhuset:City Hall


Tidak ada yang lebih menyenangkan dari merencanakan perjalanan. Entah kapan akan kembali liburan lagi tapi lantas terbayang jika dan hanya jika diberi waktu satu minggu saja untuk kembali ke Stockholm, saia harus apa dan atau kemana saja?

Continue reading