ini bukan perihal reverse culture shock tapi perihal hati.

Nacka

Somewhere at Nacka


Teringat 2 bulan lalu yang akhirnya bisa berkata dengan leluasa kalau 3 tahun itu sangat tidak terasa, sangat-sangat tidak terasa. Teringat awal-awal di Stockholm yang merasa homesick, bahkan saia butuh satu tahun untuk kemudian sadar bahwa negara itu sama sekali tidak untuk disia-siakan. Bayangkan di awal tahun saia tidak berhenti mengeluh dan membandingkan Indonesia dengan Swedia, tidak berhenti misuh-misuh akan sepi dan dinginnya negara itu, akan terang dan atau gelap yang terlalu lama, entah apa yang terjadi di tahun pertama yang membuat saia betapa sulitnya menikmati negara itu, yang sekarang diagung-agungkan dan diidam-idamkan seakan ingin kembali lagi. Eh.

Continue reading

Advertisements

vi ses Stockholm

City Hall

Stadhuset:City Hall


Tidak ada yang lebih menyenangkan dari merencanakan perjalanan. Entah kapan akan kembali liburan lagi tapi lantas terbayang jika dan hanya jika diberi waktu satu minggu saja untuk kembali ke Stockholm, saia harus apa dan atau kemana saja?

Continue reading

Unmeasured Distance

Segala macam memory berputar-putar begitu saja dengan acaknya, entah ketika Uwa membuatkan dua bungkus mie instan goreng lengkap dengan telur setengah matang, membuatkan susu dengan takaran 3 sendok susu bubuk Bendera, 1 sendok susu Ovaltine dan gula, membiarkan saia ikut mengaduk meski baru dicampur sedikit air lalu membiarkan saia yang masih kecil itu mencicipinya meski susu itu masih sangat kental. Tidak lupa juga bagaimana Uwa menyiapkan baju les, menyuruh mandi dan menyiapkan baju ganti. Membiarkan saia yang masih kecil mencuri-curi ke dapur untuk makan mentega. Tidak lupa juga bagaimana Uwa ikut memberi makan kucing-kucing kesayangan, menemani saia belajar menulis dan membaca. Tidak pernah lupa juga bagaimana Uwa menyajikan reuceuh timun dan leunca, ayam penyet, ayam pop, tumis buncis, sambel goreng teri lengkap dengan pete, sayur kacang merah ataupun semur dengan alasan “ai doyan”.

Yang saia lupa adalah kapan terakhir memeluk Uwa, yang saia lupa adalah kapan terakhir mendengar Uwa bilang “Uwa sakit”, bahkan sampai saat terakhir saia tidak ada disamping Uwa. Lalu saia sempat iri dengan kakak-kakak saia yang saat itu ada disamping Uwa, saia sempat iri karena saia terlalu jauh bahkan untuk mencium tangan Uwa. Google bilang jarak kami saat itu 10.521km, atau mungkin lebih karena itu jarak Stockholm ke Jakarta. 

“Yah qo Uwa pergi?” Begitu ujar saia dalam hati, tapi lalu saia berusaha untuk ikhlas dan tidak menyesal, meski jujur, hal itu teramat sulit. 

Uwa yang teramat baik, semoga Uwa mendapat tempat terbaik di sisi Allah ya. Ya Allah, saia mohon dengan amat sangat, jaga Uwa baik-baik, lebih dari sewaktu Uwa menjaga dan merawat kami dari kecil. Ya Allah saia mohon dengan amat sangat jangan beri Uwa siksa kubur sekalipun, dan jika diperbolehkan, saia mohon dengan amat sangat untuk memeluk Uwa dengan erat meski kami sudah terpisah oleh jarak yang tak terukur. Aamiin aamiin aamiin.. Please kabulkan ya Allah.

Uwa is my greatest center-piece, i love you so much.


Ps: Uwa adalah Kakak paling tua dari Mamah yang sudah ikut merawat anak-anak Mamah dari kecil. For me she’s also my mother.

11:44pm

Saking randomnya, title postnya cuma berasal dari pojok kanan system tray, jam ng-post!

Sudah lama ga nulis, sudah lama ga blog-walking-an, sudah lama ga ngelakuin yang dulu biasa dilakuin. Lalu secara random, sambil nunggu laptop di-scan, gw jalan-jalan ke blog temen. Ada satu blog, gw biasa jadi silent reader dari dulu, deket si ngga, tapi gatau kenapa masa gw kangen. Gatau kangen aja. lah.

Oia trus gw kan sebel ya klw ada orang yang ngjawab “gatau”, unacceptable aja si tapi masa gw sendiri juga nglakuin hal-hal yang gw gatau kenapa. Semisal gw suka bengong, duduk diam sambil ngliat sekitar atau tiduran pinggir danau sambil ga mikirin apa-apaan. Trus klw ada yang nanya kenapa gw suka bengong, gw cuma jawab “gatau suka aja” trus temen yang suka bengong juga lalu bilang “nah kan, emang kadang gasemua ada alasannya” well jadinya in some ways gatau juga bisa jadi acceptable answer. duh.

Lalu, kelakuan gw terakhir sama blog sendiri seakan semena-mena. Nulis sehari 4-post dengan tujuan supaya ´kerekam´aja gitu. Ngeri gw, makin lama semakin ´membeku´aja otak ini, apa iya gw masih bisa mimpi buat balik lagi kesini, buat sekolah. eh.

Btw sudah mau 3-tahun nih di negeri orang, tahun depan insya Allah balik. Excited ngeri ngeri gimana gitu, yang paling ngeri si sama pertanyaan “kapan kawin?” apa iya kudu gw asal jawab “udah waktu di setokholem!” Ya elah masa iya masih sekitaran itu hidup gw nanti? ya nggalah ya, semoga, lagian yang nanyain gw juga belum tentu yang ngasi gw makan jadi ya udah aja si, masa iya 3 tahun hidup di negeri cuek gabikin gw jadi cuek juga? eh udah dari dulu si cuek mah.

Suka gw hidup disini (finally), teratur semua, pajak gede juga rela-rela aja si karena ujung-ujungnya buat kesejahteraan lw juga, apalagi lw bisa cuti panjang, parental leave yang gw maksud, suami lw kudu cuti juga ngurus anak, dorong-dorong stroller, suka gw liatnya, makin tampan aja ituh suami orang yang dorong-dorong stroller dan ga itungan pula bebenah rumah.

Yang bakalan gw rindu banget sama Setokholem adalah Glögg, Swedish Saffron Bread, Semla, salad kiloan, fish soup, dih makanan semua?! Yah emang makanan juga si yang bikin gw kangen rumah. Udah bisa diambil kesimpulannya kan ya?! XP

Oia trus klw kebetulan lagi nginep random entah dimana, nemu sarapan herring with mustard pasti gw makan, awal-awal makan itu hari-hari pertama disini karena suka coba-coba yang belum pernah gw liat sebelumnya, dan untungnya enak. Kata teman si itu khas negeri ini. Nah jadi memory yang kepanggil klw liat makanan itu adalah gw yang sudah rapi siap berangkat ke kantor setelah sarapan duduk manis sendirian di restoran hotel radisson blu royal viking, deket centralen, dibayarin kantor. perlu banget gw sebut dibayarin kantornya! XD

udah 12:34 dini hari ni. Good early a.m everyone!

1 fine day in London

London adalah salah satu kota yang ingin sekali saia kunjungi, salah satunya karena King’s Cross dengan Platform 9 3/4nya dan perkara Harry Potter lainnya. Sempat berpikir untuk mengambil cuti demi bisa pergi dengan tenang tapi setelah cek tiket Warner Bros errr sudah sold out sampai pertengahan Juli. Baiklah sepertinya tidak akan ke London dalam waktu dekat.

Nah, sebenarnya saia berencana ke Legoland di Billund pas long weekend midsummer, tapi karena satu dan lain hal akhirnya batal. Berhubung izin pergi sudah didapat, ya sudah saia tetap hunting tiket entah kemana yang penting pergi dari Stockholm. Triing, iseng lihat web British Airways, lalu tanpa pikir panjang langsung booking. Heu..

Tapiii, “ujian” untuk ke London itu semacam datang bertubi-tubi bahkan hingga saat harus kembali ke Stockholm. Tiket yang sudah saia booking adalah keberangkatan jam 9.15 kamis malam, jam 6 sore sudah rapi dan bersiap ke Arlanda tapi ada sms dari British Airways kalau penerbangan tersebut ditunda, mau tidak mau harus di-rebook, dan berhasil me-rebook untuk keberangkatan Jumat jam 12.15 siang. Jumat jam 10 sudah bersiap dan berangkat ke Arlanda, meluncur lancar hingga sampai di boarding room hingga tiba saat pengumuman bahwa flight siang itu delay karena alasan teknis, atau alasan brexit?! #eh pengumuman bahwa flight di delay kembali diumumkan pada jam 11.55 dan kami semua masih menunggu. Tiba jam 12.15 nampak beberapa orang mulai gelisah hingga jam 12.30 diumumkan kalau flight tsb DITUNDA. Maaak 2x ditunda sama British Airways yang katanya sekelas Garuda Indonesia?! Kami semua tidak bisa berbuat apa-apa, kami me-rebook di bagian ticketing Terminal 2, Arlanda. Antrian tentu saja panjang, sempat cemas dan kuatir tidak kebagian flight hari ini. Tiba giliran saia dengan sedikit protes akhirnya menerima kalau flight saia bisa di rebook menjadi penerbangan malam hari. Hilang sudah 1hari di London. Pihak BA hanya memberikan voucher makan 2 seharga masing-masing 150SEK. GA BUTUH! Setelah check in saia kembali ke rumah, ada baiknya saia menenangkan diri dan tidur sebentar. Sekitar jam 7 malam saia berangkat lagi menuju Arlanda, hand baggage check dll hingga duduk manis di pesawat jam 9.15 malam. Namun, drama belum berakhir, kembali ada gangguan teknis hingga akhirnya kami baru bisa berangkat jam 10.30! Oh My God! Sesampainya di Heatrow pun, tidak ada gate yang available sehingga kami harus menunggu random di pesawat. Entah sudah berapa kali apology yang diucap awak pesawat. Yah singkat kata saia mengantri di imigrasi UK Borders sekitar jam 1/1.15 an karena antrian mengular. Ya Allah apalagi ini. T__T 


Selesai imigrasi jam 2.30. Dan masih ada sekitar perjalanan 2 jam dengan bis ketempat teman saia. Bis tidak menerima cash, harus beli tiket di mesin tiket, tapi masa expired datenya masih tanggal 24, padahal sudah tanggal 25. Disarankan penjaga toko untuk menunggu di Heatrow sampai jam 5 pagi dan keluar dengan Underground/Tube. Well banyak juga yang tidur di Heatrow saat itu jadi ya sudahlah saia tidur saja, sambil duduk, pegal-pegal. Kebangun jam 4.40 dan bersiap ke Underground. Beli Oyster Card ke kota dengan Picadilly Line. Masih ada ujian lain, tau-tau paket data tidak bisa digunakan, batere sekarat, teman belum berhasil saia hubungi, lalu random ke Big Ben. Kata teman lain, capenya bisa hilang setelah melihat London, jadi saia coba buktikan.

DSC01067

Duh Big Ben berasa “sombong” berdiri megah ditengah kota, perlahan cape pun menghilang 😀 Setelah foto-foto lalu saia kembali berusaha menghubungi teman. Sebagaimana salah satu khas benua ini, transportasi sangatlah mudah untuk dipahami jadi cenderung hanya perlu diajari sedikit lalu langsung tau harus kemana dan bagaimana. Akhirnya sampai juga ditempat teman saia, istirahat sebentar lalu ambisius pengen kemana-mana XD mohon maklum yaaah, waktu saia cuma beberapa jam aja euy.

Sesuai target, yang terpenting adalah liat Buckhingham, Notting Hill, Greenwich dan King’s Cross, sudah cukup itu saja dulu. Semoga lain waktu bisa kembali lagi, aamiin.


Nah tiba hari Minggu pagi, bangun dan bergegas ke Heatrow menggunakan bis lalu tube. Sudah bisa sendiri, sudah merasa jago #eh. Langsung check in, cek ini itu lalu mencari gate yang belum tertera di papan pengumuman, hingga tiba-tiba beberapa menit kemudian daaaang flight to Stockholm delay 1 jam! Duh mulai gusar, ngeri aja kalau sampai ditunda. Karena gusar, akhirnya saia datangi customer servicenya BA utk memastikan apa ada kemungkinan ditunda? Lalu mereka dg enteng menjawab “yg ini ngga qo, yg td pagi iya” ampun deh seneng bgt yaa nunda2in gitu. 

Dan akhirnya muncul juga informasi gate berapa yg menuju Stoki. Huft akhirnya bisa terbang dg selamat kembali ke Stoki. London, urusan kita belum selesai! Lain waktu saia kembali! #gariskeras #menghilang