See you when I see, Berlin

Setelah dulu gagal mampir ke Berlin, akhirnya 12-13 Desember 2015 lalu kesampaian juga kesana. Ada apa aja? ada banyak, banyak yang menarik, banyak yang menyenangkan, banyak perasaan, dan salah satunya berasa feels like home.πŸ™‚ Karena apa? Karena ada tempat dimana berasa kaya dirumah, makanan dan tokonya, iya ada dan bikin tercengang-cengang. Iya sih saia lebai heheu..

Sebenarnya ini bukan saat yang tepat buat cerita tentang Berlin, tapi saat yang tepat itu udah keburu lewat dan gatau kapan bakal balik lagi.😦 *tuh kan baper*

 

Brandenburger Tor, mungkin klw di Sweden bacanya Brandenburier Tor #eh

 
Well ok, sekarang saatnya bicara tentang Berlin, kota yang saat itu dingin dan berangin. Kota sejarah, yang suka sejarah perang dunia tepat banget klw mau main kesini. Tiap tempat ada ‘papan informasi’nya, tinggal baca dan foto-foto *lho*.

Berikut list yang bisa diliat di Berlin:

  • Holocaust Memorial, Memorial to the Murdered Jews of Europe, berasa ada kekuatan magis disini, suka aja meskipun cuma ‘gitu’ doank

narsis at Holocaust Memorial

  • The Brandenburg Gate, berasa wajib kesini, one of best landmarks in Berlin
  • Reichstag Building, Gedung Parlemen, kalau ada waktu lebih mampir ke The Kuppelnya deh
  • The Victory Coloumn
  • Alexanderplatz, ada world time disini
  • Berlin Cathedral Church
  • Broken Church atau Kaiser Wilhelm Memorial Church yang kubahnya sengaja dibiarkan ‘rusak’
  • Checkpoint Charlie, bisa foto bareng sama tentara ‘centil’ hanya dengan 3eur

spot at Checkpoint Charlie

  • The Berlin Wall Memorial
  • Designer Outlet Berlin
  • Restaurant Nusantara
  • Indomarkt
  • Mall of Berlin *ini si optional banget :mrgreen:*

  
Dua hari cukup untuk sekedar menclok-menclok dan ‘mengintip’ diskonan di McArthur. Setelah mampir outlets dan makan di Nusantara, langsung berasa di Stockholm itu mahal. Apalagi untuk makanan, apalagi klw dibandingin sama Nusantara yaa, selain terjangkau, pilihan menunya itu bikin mata terbelalak. Mana ada menu-menu ajaib macam Soto Tauco, Sate Ayam, Tongseng, Sop Buntut, Mie Ayam, Bakso Gede, Gado-gado, Bebek Penyet, Pempek, Batagor, Somay, Mendoan dan ah gatau ada apaan lagi, yang jelas, kudu musti wajib banget ke Berlin lagi, di Stockholm gada beginian, gada ToraBika pula. Demi cita rasa nusantara dan entah ada berapa restoran Indonesia lain yang katanya lebih enak dari Nusantara, saia janji sama diri sendiri untuk ke Berlin lagi! *garis keras*

Kala itu lagi menjelang Natal, jadi dimana-mana ada Chrismas Market, bisa jajan Mandel, kacang almond baked yang digulain, enak dimakan sambil liat-liat Chrismas Market. Oia cobain juga Curry Wurst di Berlin, sosis gede yang pake curry, di deket Amrumer Station ada Kebab House yang jual Curry Wurst halal, jadi gaperlu kuatir. Eia makanan halal disini banyak, jadi insya Allah gasusah cari makan, tergantung kenalan juga si, kebetulan punya kenalan sesama muslim *yang seneng sejarah perang dunia* jadi dia tau harus makan dimana aja *dan berasa punya guide gratis*:mrgreen:

Masih banyak pendingan, belum ke Museum Island, belum masuk ke Reichstag, belum foto-foto di Charlottenburg Palace, belum puas liat-liat diskonan, dan penasaran sama efek Club Mate dan penggemarnya #eh

6 thoughts on “See you when I see, Berlin

  1. kemarin g dapat diskonan, blm nyoba kari nya, blm belanja di indomarkt, blm nyoba ikan di mabuhay… ah masih banyak yang belum, masih perlu balik kesini beberapa kali lagi!!!πŸ˜€

  2. Berlin, sebuah kota yang penuh dengan kenangan bersejarah. Sekaligus sebuah kota yang penuh dengan tulisan yang saya sulit untuk mengucapkannya… Hahaha…πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s