Unmeasured Distance

Segala macam memory berputar-putar begitu saja dengan acaknya, entah ketika Uwa membuatkan dua bungkus mie instan goreng lengkap dengan telur setengah matang, membuatkan susu dengan takaran 3 sendok susu bubuk Bendera, 1 sendok susu Ovaltine dan gula, membiarkan saia ikut mengaduk meski baru dicampur sedikit air lalu membiarkan saia yang masih kecil itu mencicipinya meski susu itu masih sangat kental. Tidak lupa juga bagaimana Uwa menyiapkan baju les, menyuruh mandi dan menyiapkan baju ganti. Membiarkan saia yang masih kecil mencuri-curi ke dapur untuk makan mentega. Tidak lupa juga bagaimana Uwa ikut memberi makan kucing-kucing kesayangan, menemani saia belajar menulis dan membaca. Tidak pernah lupa juga bagaimana Uwa menyajikan reuceuh timun dan leunca, ayam penyet, ayam pop, tumis buncis, sambel goreng teri lengkap dengan pete, sayur kacang merah ataupun semur dengan alasan “ai doyan”.

Yang saia lupa adalah kapan terakhir memeluk Uwa, yang saia lupa adalah kapan terakhir mendengar Uwa bilang “Uwa sakit”, bahkan sampai saat terakhir saia tidak ada disamping Uwa. Lalu saia sempat iri dengan kakak-kakak saia yang saat itu ada disamping Uwa, saia sempat iri karena saia terlalu jauh bahkan untuk mencium tangan Uwa. Google bilang jarak kami saat itu 10.521km, atau mungkin lebih karena itu jarak Stockholm ke Jakarta. 

“Yah qo Uwa pergi?” Begitu ujar saia dalam hati, tapi lalu saia berusaha untuk ikhlas dan tidak menyesal, meski jujur, hal itu teramat sulit. 

Uwa yang teramat baik, semoga Uwa mendapat tempat terbaik di sisi Allah ya. Ya Allah, saia mohon dengan amat sangat, jaga Uwa baik-baik, lebih dari sewaktu Uwa menjaga dan merawat kami dari kecil. Ya Allah saia mohon dengan amat sangat jangan beri Uwa siksa kubur sekalipun, dan jika diperbolehkan, saia mohon dengan amat sangat untuk memeluk Uwa dengan erat meski kami sudah terpisah oleh jarak yang tak terukur. Aamiin aamiin aamiin.. Please kabulkan ya Allah.

Uwa is my greatest center-piece, i love you so much.


Ps: Uwa adalah Kakak paling tua dari Mamah yang sudah ikut merawat anak-anak Mamah dari kecil. For me she’s also my mother.

Advertisements

2 thoughts on “Unmeasured Distance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s