a good pretend listener

I’ve found an Instagram account, sarcasm_only, a bit interesting but i didn’t follow it. And there’s a statement “i’m a good pretend listener” and i like it. Totally express the situation of mine.

Belakangan ini, kesabaran saia benar-benar dilatih, saia harus menjadi pendengar yang amat baik lalu kemudian lama-kelamaan saia merasa bahwa saia hanya pura-pura mendengarkan. Ketika awal-awal harus mendengarkannya, rasanya kepala saia pening, “kenyataan” yang beliau ceritakan rasa-rasanya merusak pikiran saia, apa mungkin diam-diam saia sedang didoktrin?! Entahlah. Banyak cerita negatif yang harus saia dengar, sebagian nyata karena saia melihatnya sendiri, sebagian hanya bisa saia tampung dan kemudian menerka-nerka. Kembali pada masa trust defisit, sangat sulit mempercayai satu orang. Butuh kembali menceritakannya ke orang lain, bahkan kepikiran untuk bercerita kepada seorang “kepala sekolah” yang terakhir malah bisa menenangkan saia, yang mungkin tidak hanya berkomentar “Sabar aja yah”. Tapi apa harus?!

When i have to listen him, all i can do is “yes sir” or just nod my head, smilling, and thinking the conclusion of his story, then thank God, i finally found the conclusion. Panjang lebar mendengarkannya lalu sibuk mencari kesimpulan, dan ketika pikiran tiba-tiba melayang entah kemana, disaat itulah saia kehilangan titik untuk mengerti. Lalu kemudian saia sadar, apa saia hanya pura-pura mendengarkannya?! Andai beliau tahu, mungkin saat itu juga telinga saia sudah disumpal abu dupa #eh:mrgreen:

Namun, siang kemarin, selain bercerita, ada banyak nasihat yang beliau berikan. 3D : Decent, Discipline, and Deliver. I do agree with you, sir!

  1. Decent : Layak, Wajar, Kepatutan, setiap hal harus dipikirkan baik-baik kepatutannya, bagaimana harus membawa diri dalam pekerjaan dan pergaulan sehari-hari. Tidak perlu terlalu dekat dengan orang lain tapi juga tidak boleh terlalu menjaga jarak. Perlahan-lahan harus dilatih sehingga tahu dengan sendirinya mana batasan layak-tak layak, wajar-tak wajar, dan patut-tak patut.
  2. Discipline : Disiplin tanpa pengaruh sekitar, mengikuti peraturan dan prosedur yang ada. Selagi setiap hal ada dasar hukumnya, saat itulah hal yang dilakukan ada legitimasinya. Semacam itu. Agak sulit mengingat kembali perkataan beliau yang terkadang menggunakan istilah-istilah yang belum saia mengerti.
  3. Deliver : Berusahalah untuk selalu menyampaikan segala sesuatu dengan baik dan tepat. Dalam konteks pekerjaan, sebagai contoh, sampaikanlah informasi sesuai tingkatannya, pimpinan harus tahu lebih dulu dibanding dari yang bersangkutan sekalipun. 

And, why should i memorize it all here? Because i’m a good pretend listener, just remember little things he said, then before it ‘gone’, i write it all here:mrgreen:

Sir, i ever heard that everybody hates you and i also saw how everybody react to you. But until now, let me be your ‘just’ pretend-listener. I know you are tired enough for all the stuff here, i couldn’t do many things to help you, i have limitation knowledge and ability to help you. Well maybe you don’t need help, but i hope we could work here with peace.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s