Warszawa

30-31 January 2016

Satu alasan utama mengunjungi kota ini hanya satu, ada dwi! Merasa bisa numpang bermalam dan ditemani jalan-jalan. Dan benar saja, bahkan tidak hanya disambut oleh teman tetapi juga terik matahari yang terus terang bikin lebih bersemangat untuk keliling-keliling jalan kaki pun. Senang, Sabtu itu bikin hasil foto jadi jauh lebih bagus karena mataharinya sangat bersahabat.

Hari pertama langsung menuju Old Town, oia paling pertama banget sih-jajan KFC repeat jajan KFC. Cuma sekedar jajan Chicken Bites sama Chicken Strips sih tapi ini pembukaan hari yang sangat positif. #halakh. Balik lagi ke Old Town, dalam bahasa Poland disebutnya Stare Miasto, gedung warna warni pastel yang masih dihiasi pohon natal dan kado-kado besar, cantik. Seperti halnya kota tua di bagian Eropa lainnya, kota tua disini juga dihiasi gang-gang, pusat kota tua, patung, kafe, restoran dan karena sedang winter, juga ada area ice skating gratis ditengah kota tua.




Warszawa, bagian dari sejarah Perang Dunia II, tempat wisatanya selain patung dan tugu holocaust juga ada cemetery, yup kuburan. Awalnya kirain kuburan biasa aja gitu, di area terbuka, makanya kala itu jam 6 sore memutuskan untuk ke Jewish Cemetery. Sesampainya disana, masa tutup dan dikelilingi pagar tinggi pun. *ketauan deh kurang googling* Sempet ga tertarik untuk tetep ke cemetery si, tapi setelah dipikir-pikir klw memang sampe dipageri tinggi gitu pasti ada apa-apa, pasti menarik. Okesip, harus kesana besok. Dan akhirnya mengakhiri hari ini dengan makan malam di Sphinx, yang katanya cafe cewe, soalnya pelayannya cowo semua dan GANTENG.😄 *penting banget dicapslock*. Alih-alih diet jadi malam itu cukup dengan caesar salad dan mojito virgin, enak, pas, dan berasa betah. #eh

Inside of Uprising Fighters Museum

Ghetto Monument

Nisan-Nisan di Jewish Cemetery

Hari kedua hari mulai dari pagi, karena jam 4 sore harus sudah di airport😦. Jam 9 pagi lebih sedikit sudah di bis menuju Jewish Ghetto Memorial, tugu holocaust gitu, masih banyak bunga karena beberapa hari lalu sedang ada peringatan.  Setelah foto-foto langsung lanjut ke cemetery, yakin banget harus kesana. Tiket masuk cukup dengan 10 zloti dan berasa krik-krik banget, sunyi dan suram. Nisan-nisan jadul, daun-daun kering, seriusan sampe gaberani selfie pun, berasa seramnya bukan karena takut ada setan atau apa si, gatau deh berasa ngeri aja, jalan-jalannya juga gaberani jauh-jauh. Btw ada “peta lokasi” setiap orang, diurut alfabetis. 6 millions jewish were killed here, one of the largest jewish cemetery in Europe. Saat itu sempat hujan es beberapa menit, hampir mau langsung pindah tempat, tapi karena masih penasaran, akhirnya memilih masuk lagi dan mulai berani liat-liat agak jauh karena sudah mulai ada turis lain yang datang.


Setelah dirasa cukup, akhirnya kami lanjut ke Uprising Fighter Museum, museum kebangkitannya Poland melawan penjajah. Dari luar kelihatan sangat biasa aja si, tapi pas masuk, langsung suka. Kece, backsoundnya juga suara-suara tembakan dan bom gitu, suasana perangnya berasa banget. Setiap sudut ada lembaran-lembaran informasi, bahkan ada lembaran informasi yang dibuat per tanggal kejadian, sayang yang ini hanya tersedia dalam Bahasa Polandia. Pengen banget rasanya lebih lama disini, bener-bener baca dan nonton videonya, tapi apa daya hati mulai gatenang karena merasa sudah saatnya bersiap pulang. Oia, setiap hari minggu museum ini dibuka untuk umum. Bersyukur banget, rezeki anak bageur.:mrgreen:


Ternyata masih sempat makan siang di Sphinx dekat apartemen Dwi, tapi mas-masnya kurang ganteng, ah Allah Maha Adil yaa..akhirnya ga melulu liat orang ganteng.😄 *apeu banget*. Menu kali ini pepper steak dan lemonade virgin, enak, lagi-lagi semua berasa pas. Karena sisa zloti masih berasa banyak, akhirnya pesan dessert, lupa apa namanya, tapi enak blueberry cornflakes gitu deh.


Ah sudah saatnya pulang, siap-siap, packing-packing, lalu pesan uber. Ini mirip yang di Jakarta, tinggal pake apps trus dikasih info siapa yang bakalan “jemput”, nama, foto dan mobil apa. Kali ini akan diantar Lukasz. Lagi-lagi ganteng. Semoga kelak aku tersadar bahwa tidak semua lelaki itu ganteng. Wkwkwk..

Dadaah Dwi thanks for everything yaa.. Dadah Warzsawa, nanti aku balik lagi yaa, kita ke Kraków, ok!😉

See you when i see you, pretty city!

12 thoughts on “Warszawa

  1. Kotanya bagus ya. Tp sayang banget cmn bentar, pasti banyak tempat lain yg bisa di explore. Denger2 Polandia relatif lbh murah dibanding negara Barat kayak itali, prancis? Betul gak? Kalo iya lumayan bisa foya2 dengan harga miring 😂

  2. ahhhh sudah di publish aja *lihat tumpukan draft punya sendiri…
    anyway, glad you’re having fun, terima kasih suntikan semangatnya to start liking this city that I called kota😀
    can’t wait the Kraków-Trip \(^o^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s