si manja ini seharian ngebatin, pengen pulang. pengen pulang. pengen pulang.

pengen beberes rumah, masuk-masukin kue ke toples, ganti seprei, ganti taplak meja, nyiapin baju buat besok, dan makan ketupat pake semur sama opor, pake sambel goreng kentang ati juga, sayur pepaya sudah pasti. enak?! lebih dari apapun, gada yang nyaingin. suasana persiapan lebaran kebayang jelas.

kata mamah “ayi jangan pengen pulang terus ya, mamah jadi mikir, berarti ayi gabetah”

dan cuma bisa ngjawab “betah kok mah” berusaha menenangkan. padahal setelah itu, sudah dialihkan dengan beli backpack, sepatu sendal, kecap, indomie, dan tempe sekalipun, ketika ‘pulang’ rasanya sama saja, balik lagi berasa kosong, hampa. takbirannya nyari di youtube. si tipe 3 ini lagi melankolis akut, gakuat sendirian disaat biasanya kumpul sama keluarga. gakuat banget. T_T

10 thoughts on “

  1. Udah 10 tahun lebih hidup di rantau, pernah sekali gak pulang pas lebaran tp ttp perantauannya indonesia. Ketika tau gw dpt negara mana yg jauhnya gak ketulungan itu, gw anggap europe still better, in distance. halaakkhh *gak mau kalah*. Semangat ayiiii….

    • Smangat juga Cicayyy.. Selamat datang di “perantauan” sesungguhnya, pun pengalaman sdh sangat lama jd perantau, tapi bersiaplah dengan segala kemungkinan paling “menggemaskan” *halakh drama bgt gw:mrgreen: *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s