soundtrack of life *halakh*

Ide bercerita kembali datang pas di perjalanan pulang dan..macet! Mari menikmati kemacetan.

Jadi begini, 2 hari belakangan ini saia kembali mendengarkan album Continuum-nya John Mayer. Secara gasengaja dan pas banget karena harus meneruskan ‘kuil’ yang pernah dikerjakan beberapa bulan lalu. Untuk diketahui, kenapa disebut kuil karena pekerjaan ini dikerjakan tanpa perencanaan yang matang, ekspektasi yang besar, idealisme yang diganggu, kurangnya pemahaman akan sisi lain yang harus direncanakan. Tok, hanya merencanakan ‘sesuatu’ agar bisa terintegrasi dan komprehensif untuk 5 tahun ke depan!. #lostfocus
Oke sampe dimana tadi, album Continuum-nya JM yang kalau dengerin itu, sekelebatan masa-masa bangun kuil muncul begitu aja, benar-benar jelas tentang apa yang dulu dilakukan. Sangat membekas sekaligus menyenangkan. Sayangnya sekarang saia harus bekerjasama dg tim ‘baru’ dimana saia harus berpura-pura ramah. Poor me! Tapi saia juga gamau sih kalau teman-teman saia yang dulu ngerjain bareng, terjebak di situasi yang gajauh berbeda.

Kenapa jadi ngomongin kuil lagi coba?! -oo-

Padahal ya, maunya tu cerita-cerita. Kalau denger lagu ini pasti inget ini, kalau lagu itu pasti inget itu. Seakan-akan hidup saia tu ada soundtracknya *kadang-kadang* #halakh :mrgreen:

Kalian gitu juga ga si? Let me know what song(s) will remind you of something? Kali aja bisa nambahin playlist saia nanti #loh :mrgreen: