Penjagamu

Mungkin aku takkan bisa menghadirkan kemilaunya
Bintang yang terang bersinar kepadamu
Mungkin aku takkan mampu menciptakan keindahan
Lukisan tentang kehidupan seperti yang kau inginkan

Reff:
Tapi aku penjagamu yang kan selalu disisimu
Takkan jatuh air mata, takkan pernah kau kecewa

Mungkin aku takkan bisa menuturkan keindahan
Bagai sabda sang pujangga yang damaikan relung jiwa

Back to reff (2x)

Ini ost. Testpack, langsung suka justru sebelum nonton filmnya. Suka aja, tanpa alasan. Hmm..sendu-sendu galau gimana gitu. Terus ya, dengerinnya pas sore-sore, gerimis, bengong-tangan di dagu, ditemani secangkir kopi panas sambil melihat keluar melalui jendela yang sudah berembun, lalu perlahan menunduk lesu. *halakh drama bgt saia inih* :mrgreen:

Saia ga jago ‘membaca’ lirik, tapi yang saia tangkap hanya satu makna : bahwa harus saling menerima apa adanya. Kalau kata Testpackapa adanya kamu, sudah melengkapi saia” #hening

Yang mau dengar silakan ke Soundcloudnya Montytiwa sekalian denger lagu lain yang sama serunya. 😉 #bukanpostinganberbayar

Posted with WordPress for BlackBerry.

[f]

Dalam suatu organisasi, harusnya, idealnya diisi oleh orang-orang yang bisa diajak bekerjasama dan berasal dari ‘latar belakang’ yang sama. Dengan begitu, harusnya, organisasi itu bisa berjalan dengan ‘bersih’ dan minim konflik. Harusnya ya, harusnya!

Sayang, itu seakan mimpi. Kasian!

Perlu ada koordinasi yang baik, perencanaan yang matang, ‘drama’, pemain2 yang bisa dipercaya untuk memainkan peran masing-masing. Ah seandainya saja semudah itu menyatukan ‘ide’ dan ‘isi kepala’.

soundtrack of life *halakh*

Ide bercerita kembali datang pas di perjalanan pulang dan..macet! Mari menikmati kemacetan.

Jadi begini, 2 hari belakangan ini saia kembali mendengarkan album Continuum-nya John Mayer. Secara gasengaja dan pas banget karena harus meneruskan ‘kuil’ yang pernah dikerjakan beberapa bulan lalu. Untuk diketahui, kenapa disebut kuil karena pekerjaan ini dikerjakan tanpa perencanaan yang matang, ekspektasi yang besar, idealisme yang diganggu, kurangnya pemahaman akan sisi lain yang harus direncanakan. Tok, hanya merencanakan ‘sesuatu’ agar bisa terintegrasi dan komprehensif untuk 5 tahun ke depan!. #lostfocus
Oke sampe dimana tadi, album Continuum-nya JM yang kalau dengerin itu, sekelebatan masa-masa bangun kuil muncul begitu aja, benar-benar jelas tentang apa yang dulu dilakukan. Sangat membekas sekaligus menyenangkan. Sayangnya sekarang saia harus bekerjasama dg tim ‘baru’ dimana saia harus berpura-pura ramah. Poor me! Tapi saia juga gamau sih kalau teman-teman saia yang dulu ngerjain bareng, terjebak di situasi yang gajauh berbeda.

Kenapa jadi ngomongin kuil lagi coba?! -oo-

Padahal ya, maunya tu cerita-cerita. Kalau denger lagu ini pasti inget ini, kalau lagu itu pasti inget itu. Seakan-akan hidup saia tu ada soundtracknya *kadang-kadang* #halakh :mrgreen:

Kalian gitu juga ga si? Let me know what song(s) will remind you of something? Kali aja bisa nambahin playlist saia nanti #loh :mrgreen: