bahu?!

Pernah baca entah dimana klw sebaiknya kita jangan terlalu berharap banyak pd seseorang, sesuatu, atau apapun itu selain pd diri sendiri. Kenapa? Karena itulah salah satu penyebab ke.ce.wa.

Lalu apa hubungannya dg bahu? Belum ada.

Perempuan ada yang lebih senang bercerita, berkeluh kesah, dg orang tertentu, atau bisa saja dg banyak orang, tapi sepertinya lebih banyak yang bercerita dg orang-orang yang dipercayainya. Tujuannya? Melepas semuanya, beban, keluhan, pertanyaan, dan lainnya. Dan saia percaya sebagian bercerita tanpa perlu solusi dari si pendengar. Hanya ingin bercerita dan didengar, dimengerti, diberisenyum seakan-akan berkata ‘I know how it feels’. Cukup itu saja, tidak perlu solusi bijak, apalagi menggurui. Kecuali, diminta memberi opsi solusi.

Ini ada hubungannya dg bahu kan? Hmm..iya.. Bercerita seakan-akan sambil menyandarkan bahu, menangis dalam hati, diam, dan berharap semua selesai.

Jenuh, menunggu, dan lalu bertanya-tanya mengenai kepastian, mengamati sikap dan kebiasaan, dan lalu seakan ada yang berubah. Memilih diam. Tetap mengamati. Perlu diyakinkan, lagi. Atau. Diam. Lalu. …… *tiba-tiba hilang sinyal*
*melipirpergi*

2 thoughts on “bahu?!

    • Haih..byk komen dari mas yg satu ini..:mrgreen: *pilih bbrp utk direply*

      senang-senang saja klw ada bahu yang rela dipinjami..tapi kalau boleh saia mencari bahu yang bisa dimiliki aja gmn?! #lho😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s