Hari ini..magic. Heheu..
Beberapa harus disimpan disini, mungkin lain waktu enak dibaca lagi, berharap.

Pagi.. Ngobrol panjang dg teman, gabisa komentar banyak, pengen bilang agar supaya dia tidak mengalah, tapi sepertinya orang2 terdekatnyalah yang paling mengerti agar supaya dia stop dan perlahan-lahan menormal.

Siang.. Obrolan dg atasan dan lainnya, tentang komitmen. Ketika dia berbagi cara pandang ttg komitmen sbg lelaki, tok hanya sebagai lelaki tidak memikirkan konsekuensi kami si anak buah yang perempuan, kuping saia seakan menolak untuk mendengar. Tapi nyatanya ngga, justru setiap ucapannya malah masuk ke hati. Gado-gado lontong terasa hambar meskipun dimakan sambil diliatin, hhh. Dia bilang prioritas itu sifatnya sementara. Untuk apa nikah klw hidup misah?. Untuk apa materi klw cm dinikmatin sendiri? Suami harus bisa ngatur istri, bertanggungjawab penuh, istri harus nurut. Dan segala macam lagi yang ujung2nya klw dipautkan dg agama, jelas pendapat dia benar. Saia cm mainin kerupuk di piring, sambil pura2 bilang gamikirin yang belum kejadian. Padahal mah…mateee kepikiran gajelas.

Malam.. Ngobrol singkat tapi jleb dg si teteh. Ini masalah separuh agama, harus diprioritasin dulu. Omaigat..kenapa harus bawa2 agama.. T__T. Mereka, orang-orang terdekat yang tau persis gimana saia, fokus ke satu hal. Tapi ada satu kesempatan di depan mata yang saia pikir harus dicoba, meskipun hati meragu. *melipir*

Entah apa yang bisa disimpulkan dari semua itu. Yang jelas ini masalah komitmen, berani berkomitmen. Absurd ah. *dissapparate*

7 thoughts on “

  1. Aiii…hehe..selalu mak jleb klo bahasannya yg “itu”, butuh keberanian untuk bisa mendiskusikanya tapi habis ituuu legaaaanyaa #semoga ntar bisa dilalui😀

  2. awawaw… kayaknya ada gue di tulisan ini… *kePDan* :p
    yaa… life must go on ay. Although maybe shit happens everyday, but theres nothing you can do except just go with it.
    Gue masih terus berusaha belajar untuk menerima apa yang ada dan just enjoy it.
    Mungkin memang sampai detik ini masih sulit, hehehe😀
    Tapi lucky me, gue masih punya temen yang galak-galak banget yang nggak bosen-bosen terus menerus yelling at me, slapped me right on my face, and ngingetin gue bahwa gue nggak boleh untuk terus menerus tenggelam dalam kondisi nggak jelas kayak gini.
    Yaa… mungkin itu rejeki gue, temen yang nggak bosen berusaha untuk “ngebenerin” gue, hehehe :p

    • Semua yang dijalanin, udah tau plus minusnya, konsekuensinya.. Dan harus siap untuk semuanya.. Yang terpenting adalah temen gw harus bahagia, pun sedih gaboleh berlarutlarut..temen gw harus tetap smangat.. Dan..saatsaat seperti ini, jelas hati lebih mendominasi setiap gerak langkah *halakh* nikmati aja dulu..😉
      Klw satu waktu butuh bahu, akan banyak bahu buat temen gw itu..tenang aja..heheu..

      Ps: gw gabilang lw ya..cukup temen gw.. *tapi dsebut, sama aja donk..:mrgreen: kaburrr*

  3. Hari itu sepertinya merupakan hari yang penuh hikmah yach??? IMHO, komitmen harus datang dari kedua belah pihak lho… Kalo cuma sebelah bukan komitmen namanya… melainkan “penjajahan” alias pemaksaan…hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s