Kereta Khusus Wanita

Bagi pengguna kereta seharusnya sebaiknya memperhatikan satu bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh PT. KAI mengenai Kereta Khusus Wanita yang berupa spanduk panjang dengan dominan warna pink dan juga tulisan pink di ujung area tunggu lantai stasiun [ Area Tunggu Khusus Wanita ]. Sebenarnya saia bertanya-tanya, kenapa harus dinamakan kereta khusus wanita, karena itu membuat saia berpikiran bahwa kereta yang normalnya terdiri dari 8 gerbong itu semua khusus untuk penumpang wanita?! Sepertinya akan lebih tepat dengan nama Kereta dengan Gerbong Khusus Wanita, atau cukup dengan Gerbong Khusus Wanita:mrgreen:

Entah tepatnya sejak kapan, tapi saia sudah sekitar 1 bulan menjadi pengguna kereta dengan gerbong khusus wanita tersebut yang tepatnya berada di setiap ujung kereta. Gerbong khusus tersebut jelas sangat menguntungkan para wanita. Kami, para wanita, tidak perlu lagi berdesakan dengan penumpang pria dan bisa mengurangi prasangka buruk akan tindak kejahatan (pencopetan, pelecehan seksual, dll) yang umumnya dilakukan para pria. Para pria tidak perlu marah, karena memang begitu kenyataannya, sejauh ini pelaku tindak kejahatan masih didominasi oleh pria, kan?! Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga wanita yang berbuat jahat, tapi setidaknya kami merasa jauh lebih aman dengan adanya gerbong khusus ini.
Yang mengesalkan, sejauh ini masih ada saja penumpang pria yang masih saja masuk ke gerbong khusus ini. Awalnya saia sama sekali ga masalah, mungkin dia ga tau atau mungkin dia terburu-buru. Awalnya saia justru terganggu dengan komentar para wanita yang langsung berisik setiap ada pria yang salah masuk, ada yang langsung mengusir keluar, memberitahu dengan ketus, atau manggil-manggil petugas supaya sang petugas yang ‘mengusir’nya. Tapi lama kelamaan qo ya pengen berkomentar juga “Udah hari gini masih belum tau juga kalau ada gerbong khusus wanita?!! qo bisa sih??!!” ga perhatian ketika masuk stasiun, ga pernah nonton berita di TV, ga punya rekan yang suka naik kereta, atau memang PT. KAI yang kurang mensosialisasikannya? Untuk alasan yang terakhir sepertinya tepat juga, bagaimana mungkin PT. KAI merasa cukup dengan sosialisasi berupa spanduk di setiap stasiun, sepertinya perlu adanya iklan di TV dan radio tentang sudah tersedia gerbong khusus wanita. Entahlah. Tapi setidaknya sekarang sudah ada petugas khusus di gerbong tersebut yang bisa langsung bertindak tegas jika ada penumpang pria yang salah masuk.

Untuk para wanita, berbahagialah:mrgreen:

Bagi pengguna kereta –seharusnya– sebaiknya memperhatikan satu bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh PT. KAI mengenai Kereta Khusus Wanita yang berupa spanduk panjang dengan dominan warna pink dan juga tulisan pink di ujung area tunggu lantai stasiun [ Area Tunggu Khusus Wanita ]. Sebenarnya saia bertanya-tanya, kenapa harus dinamakan kereta khusus wanita, karena itu membuat saia berpikiran bahwa kereta yang normalnya terdiri dari 8 gerbong itu semua khusus untuk penumpang wanita?! Sepertinya akan lebih tepat dengan nama Kereta dengan Gerbong Khusus Wanita, atau cukup dengan Gerbong Khusus Wanita.Entah tepatnya sejak kapan, tapi saia sudah sekitar 1 bulan menjadi pengguna kereta dengan gerbong khusus wanita tersebut yang tepatnya berada di setiap ujung kereta. Gerbong khusus tersebut jelas sangat menguntungkan para wanita. Kami, para wanita, tidak perlu lagi berdesakan dengan penumpang pria dan bisa mengurangi prasangka buruk akan tindak kejahatan (pencopetan, pelecehan seksual, dll) yang umumnya dilakukan para pria. Para pria tidak perlu marah, karena memang begitu kenyataannya, sejauh ini pelaku tindak kejahatan masih didominasi oleh pria, kan?! Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga wanita yang berbuat jahat, tapi setidaknya kami merasa jauh lebih aman dengan adanya gerbong khusus ini.

Yang mengesalkan, sejauh ini masih ada saja penumpang pria yang masih saja masuk ke gerbong khusus ini. Awalnya saia sama sekali ga masalah, mungkin dia ga tau atau mungkin dia terburu-buru. Awalnya saia justru terganggu dengan komentar para wanita yang langsung berisik setiap ada pria yang salah masuk, ada yang langsung mengusir keluar, memberitahu dengan ketus, atau manggil-manggil petugas supaya sang petugas yang ‘mengusir’nya. Tapi lama kelamaan qo ya pengen berkomentar juga “Udah hari gini masih belum tau juga kalau ada gerbong khusus wanita?!! qo bisa sih??!!” ga perhatian ketika masuk stasiun, ga pernah nonton berita di TV, ga punya rekan yang suka naik kereta, atau memang PT. KAI yang kurang mensosialisasikannya? Untuk alasan yang terakhir sepertinya tepat juga, bagaimana mungkin PT. KAI merasa cukup dengan sosialisasi berupa spanduk di setiap stasiun, sepertinya perlu adanya iklan di TV dan radio tentang sudah tersedia gerbong khusus wanita. Entahlah. Tapi setidaknya sekarang sudah ada petugas khusus di gerbong tersebut yang bisa langsung bertindak tegas jika ada penumpang pria yang salah masuk.

Untuk para wanita, berbahagialah:mrgreen:

11 thoughts on “Kereta Khusus Wanita

  1. Tapi gue emang seringnya berprasangka buruk sama laki-laki yang masuk ke gerbong khusus wanita. Karena memang sebagian besar orang indonesia (include gue terkadang), bukannya nggak bisa baca, tapi enggan menuruti perintah yang ada di tulisan itu, hehe :p
    But at least sekarang kan wanita telah diperlakukan spesial, jadi kita nggak akan ngeliat lagi wanita hamil berdiri didalam gerbong kereta khannπŸ˜€

  2. yup.. smoga aja gada lg wanita hamil yg berdiri..lagipula skg petugasnya udh menjalankan tugas dg baik..mereka menindak tegas kpd siapapun jdnya gerbong wanita bener2 wat wanita dan bangku prioritas yg ada bener2 diperuntukan untuk yg hamil, cacat, ataupun orang tua..πŸ˜‰

  3. @Bintang: gimana klw mas Bint pindah rumah aja,misalnya yg deket stasiun depok gitu…:mrgreen:
    @semendo: yup smoga aja seterusnya bs smakin membaik..πŸ˜‰
    btw salam kenal.. pas sekali.. saia fansnya si kopi..πŸ˜€

  4. o0o0o0… ternyata lu merasa sebagai “Wanita” juga ya?πŸ˜€

    Menurut gw jg bagus ada “gerbong” khusus wanita. Karena dengan demikian para wanita bisa lebih nyaman seperti yang lu rasa.

    Tapi, kadang gw juga pernah kesel. Waktu itu gw balik dari jkt malem-malem jam 10 lewat. Posisi kereta sudah sampai Bojong (kalau ga salah) dan gw berada di gerbong 2. Dimana, klo udah di Bojong itu kereta udah mulai sepi orangnya. Ketika masih di Bojong, gw masih berdiri di gerbong 2. Sedangkan di gerbong khusus wanita sudah kosong melompong, dan hanya tinggal beberapa orang. Nah, kan gw udah pegel banget kali tuh berdiri dari Cawang, dan stasiun cuma tinggal 3 lagi sampai Bogor. Akhirnya gw masuk aja tuh ke gerbong yang kosong itu. Eh, malah diusir coba. Katanya sih biar steril. Huftt… (padahal petugasnya juga laki-laki).

    Pendapat gw, oke lah gerbong itu khusus wanita. Tapi kalo udah banyak bangku kosong begitu, masa si ga boleh cuma numpang duduk beberapa menit doang sampe Bogor. Dan rasanya, sisa penumpang yang ada juga bakal pada turun. Apalagi udah mau tengah malem dan gw udah cape banget.

    Biar fair, petugas di gerbongnya juga wanita dong. Ya gak?πŸ˜€

  5. @kamal: iya..terasa nyaman klw udh di gerbong itu,plg ga tingkat kesuudzonan gw jd bkurang heheu.. :p
    eh tapi menyayangkan jg si sm apa yg lw alamin..hrsnya gausah smp sgitunya..ga ush tlalu saklek..apa slhny si ada toleransinya dikit..kan udh tinggal dikit pun penumpang wanitanya… tp mgkn jg mereka cm ngjalanin tugas..
    yah..bolehlah.. gih lw yg usulin spy petugasnya jg wanita..:mrgreen:

  6. hahaha… kalo gitu bagaimana dengan para ‘wanita’ transgender?? bingung donk tar mo masuk ato ga?πŸ˜€ satuju dengan adanya gerbong khusus wanita, tendang keluar kereta kalo sampe ada cowok yang nekat masuk (hadew-sadis.com) xexexe…

  7. Hahahayyy..gw juga pernah naik kereta (gerbong) khusus wanita. Waktu itu dpt jadwl pulang mlm dari kantor. 2minggu berturut-turut.Seruuu!!! Maklum pengalaman baru bagi gw. Tp kyk yg lu bilang ayi, ada juga para pria yg masuk ke gerbong wanita ini dan terpaksa “diamankan” para petugas ke gerbong sebelahnya. Gak tau, apa mereka emang gak tau atau emang malah disengaja. Trus…berhubung gw adalah pelanggan setia busway, fyi nih,di busway walopun gak ada busway khusus wanita, minimal skrg jalur antriannya juga udah dipisah antara cewek dgn cowok.Dan tentu aja ini membuat gw lebih nyaman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s