Whew..Award euy..

Blogger Award Saia ga pernah sedikitpun merasa pantas mendapat award semacam ini. Ini benar-benar diluar dugaan. Tapi serius saia seneng banget. Ga ngerti harus bilang apa sama yang ngasih award ini, cuma bisa bilang terimakasih, syukron, gracias, merci, atau apapun itu yang artinya thank you.. :mrgreen:

Saatnya menyebarkan award ini ke lima orang blogger. Kali ini saia harus memberikan award ini dengan alasan karena blog mereka yang sering saia kunjungi dan karena saia merasa nyaman berada disana. Mereka itu adalah :

  1. Nadia : Terlalu sering setuju dengan pola pikirnya sehingga saia ga pernah absen berkunjung setiap ada new post disana 🙂
  2. Leonardo : Blog yang saia anggap memiliki tata bahasa yang menarik dan cerdas.
  3. Mutie : Payah..jarang update.. semoga dengan award ini dia selalu tergugah untuk selalu update blog.
  4. Nita : Blognya semakin terarah..keep blogging.. 😉
  5. Bintang : Apa ada larangan untuk memberikan kembali blog ini?? sepertinya tidak kan?? 😛 Well blog mas bintang sangat terarah, benar-benar berusaha untuk memberikan manfaat ke banyak orang, itu yang sampai sekarang sulit saia lakukan.. :mrgreen:

Kalau boleh lebih dari 5 sebenarnya ada 2 orang lagi, orang lain pertama karena ada postingan tentang serunya dia di Jogja, membuat saia ikut merasakan perjalanannya, menarik. Dan orang lain kedua karena memang saia suka aja baca blognya tapi sayang saia ga tw blog dia yang mana yang masih aktif heheu… 😀

Keep blogging friends.. 😉

t.e.r.t.i.n.g.g.a.l

Ketika tidak ada keseimbangan antara keinginan/niat dan kesungguhan dalam menyempurnakan ikhtiar, ketika itulah saia merasa wajib tertinggal. Huh..rasa seperti ini benar-benar tidak menyenangkan. Dimana orang-orang sekitar sudah merangkak ke tahap-tahap yang lebih baik. Teman-teman kuliah yang telah seminar, sidang dan siap disumpah menjadi Sarjana Komputer. Teman-teman yang aktif meng-update blognya. Dan juga sahabat-sahabat yang mencoba hidup baru (Selamat untuk Nita dan Mb Intan, saia sangat ikut berbahagia untuk kalian 🙂 ).

Tapi kali ini terkhusus karena tertinggalnya saia di study saia. Sudah setua ini belum juga mendapatkan gelar sarjana. Orangtua saia ga keberatan akan tertundanya kelulusan saia, mereka tidak mengkhawatirkan saia, mereka yakin saia bisa, hanya waktu yang tidak memungkinkan. “Maaf ma telah mengecewakanmu”.

Awalnya sama sekali bukan masalah ketika mereka sedikit demi sedikit meninggalkan jejaknya di kampus, tapi ketika mereka yang sahabat-sahabat saia yang perlahan selesai, saia mulai gusar. Mereka memang tidak totally pergi, mereka selalu tetap menyemangati saia, mereka tetap mengirim sms meski sekedar menanyakan kabar. Tapi disitu letak kegusaran saia, dekat di hati itu ternyata tidak cukup. Saia masih ingin bertemu langsung dengan mereka, menghabiskan waktu, tertawa, makan bareng dan sebagainya. Tapi saia sadar mereka juga punya hal lain yang tertunda. Saia sadar, saia hanya suka bersenang-senang, meninggalkan tanggung jawab dan kemudian berusaha cuek akan tugas akhir itu.

Sekarang saatnya ikhlas..berusaha mengikhlaskan kesalahan-kesalahan saia, berusaha memperbaiki semuanya, perlahan tak jadi soal asalkan tetap dijalurnya. Saia memang lamban. Allah itu 100% adil, hanya kebodohan-kebodohan manusia yang tidak bisa melihat keadilan Allah (mengutip dari buku Moga Bunda disayang Allah karangan Tere Liye)

ps: draft semacam ini sudah tertumpuk banyak di memory saia..ragu..tapi kemudian merasa harus ‘melepaskannya’ dan kembali menyadari klw saia sama sekali tidak sendiri.. 🙂