Social engineering

Social engineering adalah pemerolehan informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.

Social engineering / rubber-hose cryptanalysis : Mencari informasi algoritma/kunci sandi melalui kegiatan intelijen, mengancam, mengirim surat gelap, memeras (black-mail) atau melakukan penculikan/penyiksaan sampai orang yang memegang kunci memberinya kunci untuk membuka pesan.

Hmm.. baru sadar sama ‘istilah’ ini…

Berarti penggalangan bisa dibilang social engineering yah..?? Dimana orang sekitar, teman atau sahabat sekalipun hanya pura-pura berbuat baik demi memperoleh apa yang diinginkannya.. Hal tersulit ketika tanpa sadar orang disekitar qta yang berbuat baik malah membawa sianida di tangan kirinya.. ckckckck…

Sudah saatnya mawas diri..pilih2 teman..teman terkadang sama ga amannya sama Internet 😎

Plan 4 the worst ??

i’m back.. 😎
banyak rencana yang tertunda..
banyak waktu yang terbuang..
banyak hal yang terlupakan..

pergi begitu saja karena bosan mengeluh..mengeluh secara online..
ingin bertransposisi dengan sisi lain..tapi sulit..
ujung2nya..yah..begini ini.. kembali datang dan mengeluh secara online dan ga jelas pula.. :p

tergelitik dengan status facebook salah satu teman SMA SMK gw.. dy tulis:
Hope for the best and Plan for the worst…
wew.. tiba2 berasa dalem.. :logat jawa:

Selama ini kebanyakan hanya berencana yang enak2 aja..bahkan ada seorang teman yang sama sekali tidak berencana untuk gagal.. bagi gw itu over-optimis..bagaimana mungkin dy melupakan faktor lain dalam hidup ini..bagaimana mungkin dy melupakan kodratnya yang bukan Pembuat Keputusan..Hmm..mari berapatis-ria.. “selama lw ga ganggu gw, tu bukan urusan gw” :mrgreen:
Yah..sudah saatnya untuk mengikhlaskan salah satunya..
mengikhlaskan sebagian..
half, half..
half, empty.. 😀

Kembali lagi ke status temen gw itu.. klw menurut kalian gimana? Perlukah plan for the worst?? efek positif apa yang bisa didapat??