Helsinki

Hej, long time no see

Agak-agak ga ingin hiatus, agak-agak ga ingin terlihat galau, tapi apa daya kemampuan menulis sudah menurun dan ga ada hasrat juga si. Tuh kan malah curcol gitu openingnya. :p

Okesip, jadi alih-alih memanfaatkan kesempatan yang jarang terjadi, akhirnya saia memberanikan diri untuk keluar wilayah akreditasi, dan ketebak banget kalau my first eu visit would be went to Helsinki, Finland. Went there by air karena supaya hemat waktu, padahal dari Stockholm ke Helsinki bisa jalur laut dan jauh lebih murah. Ah lupakan, yang penting saia keluar box dulu.

Sampai di Vantaa Airport yang hanya terdiri dari 2 terminal, bandara yang tergolong tidak terlalu besar dan tidak terlalu ramai. Keluar bandara disambut dengan udara yang lebih dingin dari Stockholm. Untungnya teman saia sudah bisa menyetir dan saia pun dijemput olehnya. Mulai menyusuri jalan menuju kota Helsinki. Autumn is coming, sepanjang jalan banyak melihat pohon yang berdaun keoren-orenan. Cantik. Siang itu Helsinki tampak cloudy-gloomy, tidak berbeda jauh dengan Stockholm. Karena teman saia belum terlalu hapal jalan dan saia yang baca GPS pun sulit, jadilah kami menyasar kemana-mana. Positifnya jadi sekalian sightseeing si. Melintas yang namanya Gedung Esplanadi dan kota Helsinki yang dijajari toko-toko barang bermerk. Kotanya termasuk tidak terlalu ramai-untuk ukuran kota, dan kelihatannya imigran di Helsinki tidak sebanyak imigran di Stockholm. Kalau di Stockholm, bisa melihat beragam ras, dari yang bermata sipit ataupun berkulit hitam, jadi kadang saia tidak merasa beda sendiri. Setelah putar-putar kota, tujuan kami adalah pulang, sesingkat itu?! iya, istirahat dulu untuk kemudian jalan-jalan naik bis saja. :mrgreen:

Makan Subway fastfood, ngobrol-ngobrol lalu kembali berangkat ke kota. menyusuri danau, foto-foto. lalu ng-mall. Bukan karena mall jadi agenda wajib lho ya, tapi karena udara di luar terlalu dingin, jadi sebisa mungkin memasuki gedung untuk kemudian menghangatkan badan walau cuma sebentar. Malam itu saia diajak makan bihun goreng di Singapore Hot Wok, rasanya Indonesia banget, enak, dan yang pasti porsinya banyak banget. Satu porsi dimakan berdua saja, saia masih sangat kekenyangan. Setelah itu kami jalan-jalan lagi sebentar sambil menuju halte bis.

Oia, saia dibelikan 2-day tickets, jadi selama 2 hari saia bebas naik apa saja di region Helsinki. Bisa cek di https://www.hsl.fi/en/tickets-and-fares . Jika di Sweden punya http://sl.se/ agar kemana-mana bisa tidak nyasar, maka di Finland ada https://www.hsl.fi/en . No wonder ya, sistem informasinya aja udah kece banget, cocok untuk orang yang males nanya-nanya jalan kaya saia.

Day Ticket and Finnair Airport Buss Ticket

Day Ticket and Finnair Airport Buss Ticket

Keesokkan harinya karena satu dan lain hal, kami baru memulai melihat-lihat Helsinki setelah sholat dzuhur. Sayang?! hmm..ga juga si, udah berangkat ke kantor jam 5 lalu pulang jam 8.30, masak, lalu tidur-tiduran. Lagipula saia si anak mager rumahan entah kenapa masih ingin rebahan. #eh. Siang itu kami kembali menyusuri kota, lagi-lagi liat-liat mall, lalu ke Gedung Parlemen. Foto-foto pastinya. Sumpah ya udara dinginnya amit-amit. Dingin banget, seperti berada di kulkas. Tapi masih tetap foto-foto si :mrgreen:. Setelah puas foto-foto akhirnya saia memutuskan untuk mencari syal sebagai pertolongan pertama dari kedinginan. Setelah dapat syal kami ke Cafe Fazer, katanya disini menjual beragam coklat asli Finland. Makan croissant dan coklat panas hangat. Entah mereka sengaja menyajikannya tidak panas-panas seperti yang saia harapkan, atau memang udara di dalam cafe itu cepat meng-hangat-kan?! Meski begitu tetap saja saia habiskan, coklat-mint, enak, banget. :9

elantarhanlahti

elantarhanlahti

Parliament Building

Parliament Building

Cafe Fazer

Cafe Fazer

Dari sini kami berniat jalan-jalan lagi, tapi baru 2-3 menit di luar, mulut saia sudah berasap saking kedinginannya. Huft. Rasa-rasanya saia ingin menutup seluruh bagian tubuh saia dengan syal agar lebih hangat. Hasrat foto-foto saia sudah mulai meluruh karena kedinginan. Payah ya? Apa karena faktor u?! #eh. Hari kedua terasa sangat singkat, tau-tau saia sudah harus kembali ke Stockholm. Saia jelas prefer berangkat lebih cepat daripada ketinggalan pesawat. Saia menuju bandara dengan Finnair Airport Buss yang sekali jalan merogoh kocek 6.30euro. Hanya sekitar 35menit, saia sudah kembali berada di Terminal 1 Vantaa Airport. Tepatnya pukul 19.45 padahal pesawat saia jam 22.00 :D

Kedinginan!

Kedinginan!

Parliament Building, Helsinki

Patiently waiting, seperti yang biasa saia lakukan hohoho..

Jadi bagaimana Stockholm dibanding dengan Helsinki? Dari sudut pandang saia yang cuma 2 hari di Helsinki dan baru 4 bulan 13 hari di Stockholm, *tetap berhitung menuju kepulangan #eh*, Helsinki tidak jauh berbeda dengan Stockholm. Hanya lebih sepi dan dingin. Gedung tuanya sama banyaknya, tapi saia akui Stockholm lebih cantik. Transportasinya semudah di Stockholm, ada bis, kereta bawah tanah, kereta biasa ataupun trem. Informasi naik bis apa dan berapa lama harus menunggu bis selanjutnya, terpampang jelas di setiap halte ataupun stasiun, internetnya sama cepatnya dengan di Stockholm, hmm..apa lagi ya? Itu aja si kayanya yang bisa saia bandingkan :mrgreen:

Perjalanan hanya 1 jam ke Stockholm lalu dari Arlanda C ke Stockholm C dengan pendeltåg lalu lanjut tunnelbana menuju Fridhemsplan. Then there i were, at 11.00pm sudah selonjoran lagi di Fridhemsgatan 35, 1102 :)

random feeling

Q: Have you ever found yourself crying with no reason or with reason you couldn’t even explain?

A: Yes, i have

Q: How does it feel?

A: Just hurt, nothing else

Q: Have you tried to share your sadness to the one you trust?

A: I can’t, because i know they will blame me for the things i’ve done, for the things i’ve felt

Q: So, actually you do understand that you have done something wrong

A: Yes, i do

Q: So, why you still keep doing that?

A: Because i have no reason to stop, probably

Q: Then maybe it’s better for me not to keep asking

Derit

Cape aja si. Lagi berasa kejar-kejaran sm waktu. Setelah event tanggal 20 mungkin akan melega sedikit, tapi lalu ada yang akan datang utk periksa ini itu dan ada yang datang lagi periksa ini itu khusus. Memang si, disini niatnya kerja tapi kemudian, sampai saat ini pun masih lebih suka bekerja di Pusat. Banyak orang, banyak yang bisa diajak kerjasama, well okay, some people said dengan begini ketangguhan lw diuji. Yeah!

pulang

introvert akut sedang kambuh. memilih sendiri apapun keadaannya. memilih tidak melakukan apapun. memilih tenggelam dalam harapan untuk bisa pulang. iya pulang. pulang ke rumah. bukan tidak betah disini, tapi saia butuh pulang. sekedar memeluk orang-orang yang disayang. sekedar menyandarkan bahu. sekedar mencari kekuatan baru untuk tetap berdiri tegak.

katanya saia harus keluar. menikmati kota. mencari teman baru. mandiri. menikmati mall. belanja. atau entah apalagi. tapi satu teman pernah bilang “ngapain keluar tapi lw ganyaman?!” jadi saia memilih menikmati apa yang saia nyaman lakukan, sendiri. berasa sangat sepi sih. randomly buka pidgin dan yang online hanya beberapa. lalu saia merindukan chatting, chatting yang bukan pake handphone. ngobrol panjang dan lain halnya. 

senyaman-nyamannya di negeri orang, tetap lebih nyaman di negeri sendiri. berasa manja. butuh kehangatan rumah. lagi-lagi kangen masakan rumah. pengen opor atau semur. tambah ketupat dan sayur pepaya pasti lebih lezat lagi. betapa saia rindu rumah, kangen mamah, pengen pulang ke kampung halaman, halaman berapapun. :)

Officially Start My New Life

Officially 33-day in Stockholm, but i feel officially start my new life here at 26 of June, why? because at that time i’m officially living at the apartment and have place to called ‘home’ :)

The apartment is in the middle of the town, small and minimalist room, nice, clean and neat. The owner is Sofia Krouthen, she is Swede, beautiful, honest and nice, absolutely. I won’t compare to others apartment, because i’m feeling lucky here, only walk about 15-20 minutes to office or 10 minutes by bus and just walk not more than 5 minutes to get to station, stores, Bankomat (cash machine), and restaurants. My colleagues said that the location is so strategic. All i can say now is, thank God for everything, for the location and the owner.

Mencari tempat yang akan disebut rumah adalah pengalaman berharga, betapa harus mempertimbangkan banyak hal, akses ke kantor, akses ke toko/supermarket, akses menuju stasiun/halte, dan harga tentu saja. Akan selalu ada plus minus dalam menentukan pilihan, semua tergantung kebutuhan. Setuju dengan pendapat teman-teman agar jangan terburu-buru, akhirnya setuju dengan teman untuk mencari perbandingan, mempertimbangkan biaya listrik, air, gas, heater, internet, laundry, bahkan tempat parkir, terima kasih sudah memarah-marahi ketika langsung menentukan pilihan di satu pilihan pertama heheu.. Yup, berbicaralah dengan orang-orang terdekat, meskipun yang menentukan pilihan adalah kita sendiri, tapi mereka akan memberikan masukan yang berharga, apalagi diantara mereka juga sudah berpengalaman, percayalah dan jangan gegabah.

Lalu tentang Sofia Krouthen, sebelumnya kami hanya berkomunikasi via email, bahkan saia sempat membatalkan jadwal inspeksi ke apartmentnya karena satu dan lain hal. Namun entah kenapa dia memberikan kesempatan kedua sebelum dia menentukan pilihan. Akhirnya saia datang ke apartmentnya-setelah akhirnya membatalkan satu pilihan pertama saia, saia datang dan langsung suka, karena semuanya tampak bersih dan rapi, itu saja cukup untuk orang melankolis sempurna seperti saia, hal lainnya seperti tempat tidur yang diatas, bisa tidak diprioritaskan. Keesokan harinya, Sofia memberikan konfirmasi bahwa dia akan menyewakan apartmentnya ke saia, sementara untuk 1 tahun. Setelah itu dia membuat draft kontrak sewa apartment, in Swedish, terpaksa saia terima karena memang begitu aturannya. Untungnya ada Google Translate dan Mba Vira-orang Indonesia yang sudah lama menetap di Swedia, mereka yang bantu saia menerjemahkan semuanya. Setelah saia dan Sofia klik satu sama lain, akhirnya kami tanda tangan kontrak, masing-masing pegang 1. Lalu saia merasa sangat lega, prosesnya berjalan lancar, nego deposit menjadi 2 bulan dan mendapat access point gratis. Tack sa mycket Sofia, this is truly called based on trust cooperation, easily transferred the money to her account, and she easily gave the keys too. And we promise to still keep in touch so then i can ask her many things. Again, thank God :)

So what do i feel now? So far, betah! heheu.. kecil tapi nyaman, sepi tapi bisa menghampiri keramaian, dan juga klw weekend kemungkinan kambuh introvertnya. #eh

20140629-183358-66838793.jpg

20140629-183358-66838457.jpg