Derit

Cape aja si. Lagi berasa kejar-kejaran sm waktu. Setelah event tanggal 20 mungkin akan melega sedikit, tapi lalu ada yang akan datang utk periksa ini itu dan ada yang datang lagi periksa ini itu khusus. Memang si, disini niatnya kerja tapi kemudian, sampai saat ini pun masih lebih suka bekerja di Pusat. Banyak orang, banyak yang bisa diajak kerjasama, well okay, some people said dengan begini ketangguhan lw diuji. Yeah!

pulang

introvert akut sedang kambuh. memilih sendiri apapun keadaannya. memilih tidak melakukan apapun. memilih tenggelam dalam harapan untuk bisa pulang. iya pulang. pulang ke rumah. bukan tidak betah disini, tapi saia butuh pulang. sekedar memeluk orang-orang yang disayang. sekedar menyandarkan bahu. sekedar mencari kekuatan baru untuk tetap berdiri tegak.

katanya saia harus keluar. menikmati kota. mencari teman baru. mandiri. menikmati mall. belanja. atau entah apalagi. tapi satu teman pernah bilang “ngapain keluar tapi lw ganyaman?!” jadi saia memilih menikmati apa yang saia nyaman lakukan, sendiri. berasa sangat sepi sih. randomly buka pidgin dan yang online hanya beberapa. lalu saia merindukan chatting, chatting yang bukan pake handphone. ngobrol panjang dan lain halnya. 

senyaman-nyamannya di negeri orang, tetap lebih nyaman di negeri sendiri. berasa manja. butuh kehangatan rumah. lagi-lagi kangen masakan rumah. pengen opor atau semur. tambah ketupat dan sayur pepaya pasti lebih lezat lagi. betapa saia rindu rumah, kangen mamah, pengen pulang ke kampung halaman, halaman berapapun. :)

Officially Start My New Life

Officially 33-day in Stockholm, but i feel officially start my new life here at 26 of June, why? because at that time i’m officially living at the apartment and have place to called ‘home’ :)

The apartment is in the middle of the town, small and minimalist room, nice, clean and neat. The owner is Sofia Krouthen, she is Swede, beautiful, honest and nice, absolutely. I won’t compare to others apartment, because i’m feeling lucky here, only walk about 15-20 minutes to office or 10 minutes by bus and just walk not more than 5 minutes to get to station, stores, Bankomat (cash machine), and restaurants. My colleagues said that the location is so strategic. All i can say now is, thank God for everything, for the location and the owner.

Mencari tempat yang akan disebut rumah adalah pengalaman berharga, betapa harus mempertimbangkan banyak hal, akses ke kantor, akses ke toko/supermarket, akses menuju stasiun/halte, dan harga tentu saja. Akan selalu ada plus minus dalam menentukan pilihan, semua tergantung kebutuhan. Setuju dengan pendapat teman-teman agar jangan terburu-buru, akhirnya setuju dengan teman untuk mencari perbandingan, mempertimbangkan biaya listrik, air, gas, heater, internet, laundry, bahkan tempat parkir, terima kasih sudah memarah-marahi ketika langsung menentukan pilihan di satu pilihan pertama heheu.. Yup, berbicaralah dengan orang-orang terdekat, meskipun yang menentukan pilihan adalah kita sendiri, tapi mereka akan memberikan masukan yang berharga, apalagi diantara mereka juga sudah berpengalaman, percayalah dan jangan gegabah.

Lalu tentang Sofia Krouthen, sebelumnya kami hanya berkomunikasi via email, bahkan saia sempat membatalkan jadwal inspeksi ke apartmentnya karena satu dan lain hal. Namun entah kenapa dia memberikan kesempatan kedua sebelum dia menentukan pilihan. Akhirnya saia datang ke apartmentnya-setelah akhirnya membatalkan satu pilihan pertama saia, saia datang dan langsung suka, karena semuanya tampak bersih dan rapi, itu saja cukup untuk orang melankolis sempurna seperti saia, hal lainnya seperti tempat tidur yang diatas, bisa tidak diprioritaskan. Keesokan harinya, Sofia memberikan konfirmasi bahwa dia akan menyewakan apartmentnya ke saia, sementara untuk 1 tahun. Setelah itu dia membuat draft kontrak sewa apartment, in Swedish, terpaksa saia terima karena memang begitu aturannya. Untungnya ada Google Translate dan Mba Vira-orang Indonesia yang sudah lama menetap di Swedia, mereka yang bantu saia menerjemahkan semuanya. Setelah saia dan Sofia klik satu sama lain, akhirnya kami tanda tangan kontrak, masing-masing pegang 1. Lalu saia merasa sangat lega, prosesnya berjalan lancar, nego deposit menjadi 2 bulan dan mendapat access point gratis. Tack sa mycket Sofia, this is truly called based on trust cooperation, easily transferred the money to her account, and she easily gave the keys too. And we promise to still keep in touch so then i can ask her many things. Again, thank God :)

So what do i feel now? So far, betah! heheu.. kecil tapi nyaman, sepi tapi bisa menghampiri keramaian, dan juga klw weekend kemungkinan kambuh introvertnya. #eh

20140629-183358-66838793.jpg

20140629-183358-66838457.jpg

Here I am, Stockholm!

Finally ada hasrat juga buat cerita tentang Sweden, Stockholm tepatnya. Setelah menerima kenyataan bahwa harus betah untuk stay di sini selama 3 tahun, sekarang semacam berusaha mencari alasan-alasan untuk merasa betah. Sebenarnya ini berawal dari satu percakapan dimana akhirnya terucap, “Iya disini tu public transportationnya bagus, ontime, cepet dan ga penuh, dari sini kekantor aja ga sampe 30 menit” dan lalu direspon “tuh kan betah, coba klw disini pulang jam 10 malam aja masih macet”, lalu seketika saia tersenyum sambil terpaksa berujar “iya si…” sambil tetap mengeluh macam-macam. Kasian sekali teman bicara saia itu, belakangan ini selalu jelas-jelas dijadikan multifunction recycle bin :lol: *untungnya dia bukan pembaca blog*

Okay, jadi alasan pertama saia betah disini adalah Public Transportationnya, kereta jarak pendek, jarak jauh, ataupun bis. Tunnelbana, atau biasa disingkat T-Bana, merupakan kereta jarak pendek, dari satu stasiun ke stasiun berikutnya tidak terlalu jauh, with this one, im sure i wont get lost *pasang muka belagu* . Nah kereta jarak jauhnya juga tidak jauh berbeda, semacam kreta antar Kota, namanya Pendeltag (dibacanya: Pendeltog, harusnya a-nya yg ada buletan diatasnya, dibaca menyerupai huruf o gitu), keretanya lebih lebar dan jarak antar stasiunnya jauh-jauh, klw mw ke Arlanda Airport bisa naik ini. Lalu bisnya juga banyak, dan panjang. Nah persamaan ketiganya adalah tepat waktu, sesuai jadwal. Oia, wajib buka situs sl.se buat panduan kita klw mau jalan-jalan di Sweden. Lagi-lagi, yakinlah klw kalian ga akan nyasar, just do the reverse engineering klw dah mentok :mrgreen: *lalu dikeplak ramai-ramai*

Apalagi? Hmm.. the city is quiet. Ramainya kadang-kadang saja, padahal saia bekerja di pusat kota *katanya* tapi tidak terlalu ramai. Oia saia pernah main juga ke Uppsala, ada warga Indonesia yang tinggal disana, kali itu saia berkunjung sekaligus merayakan midsummer, Glad midsommar, Sweden! *sebelum terlambat*
Nah semacam tradisi disini, midsummer itu hari besar disini, hari libur, dan banyak yang merayakan dengan memakai mahkota dari bunga, nyanyi-nyanyi mengelilingi bunga, makan-makan, lalu ada permainan-permainan. Saia merasa beruntung pada minggu ketiga bisa pergi jauh sampai Uppsala, lebih damai dari Stockholm, banyak pohon, rumah-rumahnya seperti di Farmville, banyak lapang hijau luas, berasa masuk desa dan menyelusuri hutan. Pas banget buat menenangkan diri. #lho *jangan sampe post ini jadi nggalau*

Lalu apalagi? Hmm.. kayanya itu dulu, belum menemukan alasan lain untuk merasa betah disini. Masih kangen ada yang nyuruh mandi, kangen dimasakin sayur kacang merah, kangen dimasakin tempe penyet, kangen dimasakin reuceuh leunca, selalu kangen rumah lebih dari apapun. Kangen memeluk orang-orang yang disayang. Kangen jagoan-jagoan saia yang sudah pada naik kelas semua.

Dengan begitu keluhan-keluhan saia gajauh dari makanan dan cuaca. :mrgreen: Belum menemukan makanan yang enak disini *aga susah si klw kategori enak selain asin adalah makanan rumahan* dan cuaca disini?! haduh serandom hati saia, matahari terik tapi anginnya dinginnya ampun-ampunan. Matahari terik lalu galama hujan turun. Adem si, ademnya kebangetan sampe gabisa lepas dari jaket. daerah T di muka dan dagu saia berasa membeku setiap dari luar. Klw cari alasan untuk mengeluh mah gampang banget heheu.. tapi klw semuanya dijadiin keluhan, rasanya di sini selain bisa mati karena kedinginan, saia bisa mati karena keluhan saia sendiri. :mrgreen: *melebhay*

cheerio!

20140622-164724-60444462.jpg

20140622-164723-60443675.jpg

20140622-164724-60444090.jpg

Line, Skype, Viber and Facetime

They are all my new bestfriends. Bagaimana ngga, tanpa mereka gw gabisa still connected to the one/one-s i love. Setiap hari minggu, dulu, adalah family time, sekarang keluarga udah jauh, tapi tetep hari minggu adalah hari leha-leha dan hari dimana bisa bertemu mereka dari pagi. Baru berasa Line itu kece, Skype update-an terbaru bagus bgt GUInya-sangat windows phone bgt hohoho..lalu Viber meskipun cuma bisa Voice Call tapi so far lancar jaya sampai sekarang masih sangat mengandalkan Viber. Nah yang terakhir, facetime rasanya jadi betah ngobrol, dan jadi selalu kangen dan kangeeen.

Nah, saat ini gw masih jadi fakir wifi, gimana ga lancar klw wifi disini bagus, dan atau wifinya lagi sama-sama bagus. Jadi seharusnya best of my bestfriends is the internet connection. Pret!

Rasanya aga lucu aja si karena klw sekarang aga-aga harus rapi-rapi dulu sebelum video call spy mereka yang disana ga kuatir akan kusutnya hati gw. #eh. Masih random aja hidup lw aiii. #menghilang